Pemkab Kediri Kenalkan Inovasi dan Teknologi Modern untuk Petani

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 30 Juli 2025 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEDIRI | azmedia.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri di bawah kepemimpinan Bupati Hanindhito Himawan Pramana terus mendorong kemajuan sektor pertanian. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui pengenalan inovasi dan teknologi pertanian modern kepada para petani.

Sebanyak 2.400 petani di Kabupaten Kediri diundang dalam kegiatan Gelar Inovasi dan Teknologi (Gertek) 2025 yang dipusatkan di Desa Blawe, Kecamatan Purwoasri, pada 29–31 Juli 2025. Acara ini juga melibatkan 41 perusahaan penyedia benih, pupuk, pestisida, hingga alat dan mesin pertanian (alsintan).

Dorong Regenerasi Petani Lewat Teknologi

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin, dalam pembukaan Gertek 2025 menegaskan pentingnya inovasi untuk menarik minat generasi muda agar mau terjun ke dunia pertanian.

Baca Juga :  Kecelakaan Renggut 16 Nyawa, Bus Cahaya Trans Kena Sanksi Pembekuan

“Sektor pertanian menjadi tulang punggung masyarakat Kabupaten Kediri. Saat ini 70 persen petani kita berusia 45 tahun ke atas. Sentuhan inovasi atau teknologi sangat dibutuhkan untuk menarik anak muda supaya mau bertani,” jelasnya, Selasa (29/7).

Komitmen Pemkab Kediri untuk Ketahanan Pangan

Dalam acara yang dihadiri Direktur Perlindungan Pangan Kementerian Pertanian RI, Adi Praptono, serta perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Solikin menegaskan komitmen Pemkab Kediri untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

Cakupan luas tanam sejumlah komoditas unggulan juga terus ditingkatkan.

Padi: tahun 2024 seluas 49.150 hektar, naik menjadi 51.043 hektar pada 2025.

Baca Juga :  1.090 CJH Tulungagung Sudah Melunasi BPIH, Inilah Syarat Khusus untuk Mengajukan Pendamping Haji

Jagung: tahun 2024 seluas 56.056 hektar, naik menjadi 56.500 hektar pada 2025.

Tebu: tahun 2024 seluas 20.454 hektar, ditargetkan mencapai 20.594 hektar pada 2025 untuk mendukung swasembada gula.

“Untuk menambah indeks pertanaman, dilakukan bantuan sumur. Ini sangat luar biasa karena bisa mendorong petani semakin produktif,” ungkap Solikin.

Petani Didorong Manfaatkan Varietas Unggul

Melalui Gertek 2025, Pemkab Kediri berharap petani memperoleh informasi terbaru mengenai teknologi pertanian, budidaya tanaman pangan, hingga varietas unggul. Dengan begitu, petani dapat menentukan pilihan varietas yang sesuai dengan kondisi lahan mereka.

“Kita harus mendorong inovasi dan teknologi agar pertanian kita lebih modern dan berkelanjutan,” tandas Solikin.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LAMBAN SEPERTI SIPUT, OKNUM Polsek Kedungwaru DINILAI GAGAL AMANKAN TKP TABRAK LARI
33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:09 WIB

LAMBAN SEPERTI SIPUT, OKNUM Polsek Kedungwaru DINILAI GAGAL AMANKAN TKP TABRAK LARI

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB