TULUNGAGUNG, AZMEDIA.CO.ID – Kabupaten Tulungagung dimungkinkan mendapat jatah program transmigrasi pada tahun 2024, setelah beberapa tahun sebelumnya gagal diberangkatkan.
Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten Tulungagung masih menunggu tujuan transmigrasi kali ini. Jatah kuota transmigrasi ini diberikan kepada warga Kabupaten Tulungagung yang ingin berpartisipasi.

Diketahui jatah kuota transmigrasi pada tahun 2024 ini hanya sebanyak dua kuota saja atau dua keluarga yang bersedia untuk mengikuti program ini.
“Kemarin kami sudah berkomunikasi dengan Kemeterian Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, informasinya kita dapat kuota transmigrasi, tetapi untuk tujuannya kemana masih belum tahu,” kata Agus Santoso, Jumat (22/3/2024).
Pada program transmigrasi kali ini, ungkap Agus, pihaknya sempat mengusulkan dua opsi daerah untuk menjadi sasaran program transmigrasi tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dua daerah yang diusulkan itu yakni Provinsi Lampung Pulau Sumatera atau di Kota/Provinsi Bengkulu di pulau Sumatera.
“Pertimbangan kami disana karena dua daerah itu masih welcome dengan adanya pendatang, dibanding dengan daerah tujuan program transmigrasi sebelumnya yakni di Kota Mamuju Provinsi Sulawesi Barat,” ungkapnya.
Pada tahun 2022-2023 silam, Agus menyebut, pemerintah pusat sempat mengadakan program transmigrasi dengan tujuan Kota Mamuju Provinsi Sulawesi Barat.
Pada program ini, Kabupaten Tulungagung juga mendapat dua kuota yang mana kuota itu sudah terpenuhi dan siap diberangkatkan.
Namun sampai akhir tahun 2023, program trasnmigrasi tersebut tidak kunjung dilaksanakan dimana para peserta tetap tidak diberangkatkan.
Hal itu dikarenakan terjadi konflik antara pemerintah dan warga setempat yang menolak adanya progran transmigrasi tersebut.
“Kota Mamuju itukan berseberangan dengan ibu kota negara (IKN) di Kalimatan, sehingga masyarakat disana ingin menguasai wilayah mereka sepenuhnya tanpa campur tangan pendatang,” pungkasnya.
Pasalnya, tujuan dari program ini merupakan jawaban bagi masyarakat yang merasa kesulitan bekerja di Tulungagung.













