Konvoi Ratusan Motor di Tulungagung Waktu Dini Hari Kejutkan Warga

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Maret 2024 - 02:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG , AZMEDIA.CO.ID– Konvoi ratusan sepeda motor di Jalan Raya Rejotangan-Ngunut Tulungagung pada Selasa (19/3/2024) dini hari, sempat mengundang kekhawatiran warga.
Hal itu karena, kerap terjadi gesekan antar anggota perguruan pencak silat.
Konvoi ratusan motor di Jalan Raya Rejotangan Ngunut Tulungagung ternyata anggota PSNU Pagar Nusa Konvoi Ratusan Motor di Tulungagung Waktu Dini Hari Kejutkan Warga

“Tanpa sepengetahuan saya, mereka memberi dukungan pelaporan yang kami lakukan di Polres Tulungagung,” ungkap Ketua Pengurus Cabang PSNU Pagar Nusa Tulungagung, Khoirul Huda, Selasa (19/3/2024).

Menurut Huda, pelaporan ini buntut kekerasan yang dialami anggotanya di Desa Rejotangan, pada Rabu (13/3/2024) silam.

Saat itu sejumlah anggota PSNU Pagar Nusa hendak sahur bersama di rumah salah satu senior di Desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah perjalanan, mereka sempat berhenti untuk melihat ronda pakai sound system yang diikuti sejumlah anggota perguruan pencak silat lain.

Baca Juga :  Internet Aceh Pulih 73 Persen, Listrik Masih Terganggu

“Anggota kami tidak mengenakan atribut pencak silat. Tapi kami diserang oleh massa yang ikut ronda itu,” sambung Huda.

Penyerangan terjadi di dua lokasi berbeda.

Keesokan harinya, Kamis (14/3/2024) para korban melapor ke Polsek Rejotangan.

Pihak Polsek Rejotangan lalu berusaha mendamaikan para korban dan penyerangnya.

“Yang kami kecewa di Polsek kok jadi dikaitkan dengan perguruan pencak silat. Padahal anggota kami tidak mengenakan atribut,” ucap Huda.

Dalam mediasi itu, disepakati kompensasi dari para penyerang sebesar Rp 20 juta.

Masih menurut Huda, ternyata uang kompensasi yang diberikan lewat Kapolsek hanya Rp 5 juta.

Sementara salah satu orang, dalam kondisi trauma, ketakutan jika bertemu orang lain.

“Uangnya masih dibawa sama anggota kami yang trauma itu. Dipanggil keluar rumah pun tidak berani,” katanya.

Baca Juga :  Geliat Satlantas Polres Tulungagung Dalam Memberikan Layanan Yang Berintegritas

Karena merasa kesepakatan damai tidak ditepati, Huda meminta laporan di Polsek Rejotangan dicabut.

Pihaknya lalu membuat laporan ke Polres Tulungagung, dengan tiga perkara berbeda.

Pertama kasus pengeroyokan, kedua pengancaman, dan ketiga perampasan sejumlah barang, seperti baju, jaket, topi dan sandal.

“Korban juga sudah divisum. Proses hukum masih berjalan,” tegasnya.

Dia mengatakan, ternyata proses pelaporan ini memakan waktu cukup lama, sehingga memicu keresahan di antara warga PSNU Pagar Nusa.

Mereka kemudian berkumpul dan bergerak dengan maksud memberi dukungan ke Polres Tulungagung.

Kasi Humas Polres TulungagungIptu Mujiatno, mengatakan, kepolisian masih mendalami pelaporan yang masuk.

“Karena masalah perguruan pencak silat ini masalah sensitif. Kami bersikap hati-hati,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB