Keahlian Dukun Pijat Kandungan di Tulungagung yang membantu mempermudah Pasien Punya Anak

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Maret 2024 - 05:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung, AZMEDIA.CO.ID-Mempunyai momongan merupakan keinginan bagi seluruh pasangan suami istri (pasutri) dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
Namun tidak sedikit dari mereka, bertahun-tahun hingga belasan tahun belum dikaruniai buah hati.
Salah satu dukun pijat satu ini mungkin cocok bagi pasutri yang belum memiliki keturunan. Adalah Mbah Rinem, nenek kelahiran 1945 asal Dusun Miren, Desa Ngranti Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung.

65f3c8a1bb775 mbah rinem 79 saat menangani pasien balita di kediamannya jatim Keahlian Dukun Pijat Kandungan di Tulungagung yang membantu mempermudah Pasien Punya Anak

Tepatnya di pertigaan Desa Gesikan (eks Amarta FM) ke timur kurang lebih 50 meter, selatan jalan masuk ke arah area persawahan desa.

Salah satu pengguna jasa Mbah Rinem adalah RN (27) dan sang istri AV (27).

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berawal dari obrolan dengan teman, saat itu kondisi temannya hampir sama dengan kondisi saya, yakni belum memiliki momongan setelah setahun lebih menikah.

“Saat itu, dia merekomendasikan untuk melakukan pijat di Mbah Rinem karena dia berhasil memiliki momongan usai pijat di sana. Pijat ini untuk istri,” ujar RN (27)

Menurutnya saat dipijat Mbah Rinem pertama istrinya didiagnosa posisi kandung terlalu tinggi. Sehingga oleh Mbah Rinem dipijat untuk diturunkan sesuai dengan posisi agar mudah menerima dan tidak tumpah saat proses pembuahan.

Baca Juga :  Merapi 2 Kali Muntahkan Awan Panas

Setelah itu, oleh Mbah Rinem menyarankan kepada sang istri untuk meminum kelapa muda utuh alias harus habis tidak tersisa. Cairan tersebut diyakini untuk menyegarkan kembali kandungan di dalam tubuh perempuan.

“Tepat setahun pernikahan setelah itu istri saya hamil. Pijat kedua itu saat istri saya hendak lahiran.

Kalau pijat bayi setelah lahiran belum ke sana mas,” terangnya.

RN pun memberikan pesan bahwa semua daya upaya yang dilakukan sudah maksimal. Mulai doa dan berusaha ia lakukan bersama sang istri, namun kembali lagi semua dari takdir Allah SWT tetap ia yakini.

“Ini termasuk bentuk usaha ya Mas. Tapi yang terpenting itu nomor satu ya do’a dan kalau sudah berusaha kita pasrahkan semua ke Gusti Allah mas,” imbuh pemuda asal Kecamatan Bandung Tulungagung ini.

Ia pun juga tetap yakin bahwa anugerah titipan berupa anak merupakan amanah yang harus dijaga. Ketika belum memiliki amanah tersebut harus tetap berbaik sangka kepada Allah SWT.

“Selama belum memiliki momongan itu memang saya dan istri saya yakin dan berpikiran positif bahwa suatu ketika akan memiliki momongan,” tandasnya.

Sementara, Mbah Rinem sendiri mengungkapkan bahwa selama ini sudah menangani keluhan tamu yang datang. Mulai dari pegal-pegal, menata perut, pijat bayi, dan sesekali menerima persalinan manual jika hanya lingkup lingkungan.

Baca Juga :  Tersangka Penganiaya Santri di Kediri Bawa Jasad Korban ke Rumah Sakit Pakai Motor Bonceng Tiga

Tanpa jampi-jampi maupun mantra yang terucap, Mbah Rinem mengurut pasien memang berdasarkan pengalaman Ilmu Titen (ilmu kebiasaan yang berulang-ulang dan kemungkinan besar berhasil). Termasuk dalam menata kandungan rahim bagi perempuan pasutri yang belum memiliki anak.

“Orang yang belum mempunyai anak itu sebabnya begini saya ceritakan. Kandungannya itu di atas, kandungan wadah bayi diatas itu diturunkan kalau tidak diturunkan itu utah (tumpah) kena dari atas. Kalau tidak utah tidak mempunyai anak kalau orang mempunyai anak itu mandul,” ujar Mbah Rinem.

Beliau mengaku sejak 1980 mulai membuka praktek di rumah. Dimana sebelumnya pernah mengikuti sekolah bidan pada waktu itu, namu ia lepas lantaran harus mengorbankan sang buah hati meninggal saat ia tinggal bertugas.

Alhasil, Mbah Rinem fokus untuk menangani tamu maupun pasien yang datang dengan berbagai keluhan. Untuk jam buka sendiri, ia mengatakan dengan santai kondisional, pagi sampai malam. Khusus Hari Jum’at beliau memilih beristirahat sehingga tidak melayani tamu untuk pijat.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB