Stok Daging Ayam Potong di Tulungagung Kosong Jelang Ramadan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Maret 2024 - 04:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung,AZMEDIA.CO.ID-Sehari menjelang Ramadan stok daging ayam potong di sejumlah pasar di Kabupaten Tulungagung kosong, Senin (11/3/2024).
Para pedagang makanan mengaku kesulitan mendapatkan pasokan. Salah seorang pemilik warung lalapan, Didit Agung Prasetyo mengatakan hari ini stok ketersediaan daging ayam di pasar Ngemplak kosong.
Biasanya Didit mulai berbelanja sekitar pukul 08.00 WIB. Namun hari ini Didit tidak mendapatkan daging ayam untuk berjualan. Dia memilih tidak berjualan sementara waktu. “Biasanya jam 8 pagi masih banyak, ini tadi tidak ada sama sekali, stok nya kosong,” ujarnya, Senin (11/3/2024).

whatsapp image 2023 03 15 at 12.26.28 2 Stok Daging Ayam Potong di Tulungagung Kosong Jelang Ramadan

Saat disinggung mengenai harga, Didit mengatakan sejak beberapa hari lalu sudah mengalami kenaikan. Biasanya harga daging ayam potong sebesar Rp35 ribu per kilogram.Kini naik menjadi Rp47 ribu per kilogram. Didit mengaku kebingungan untuk menyesuaikan harga jual lalapan dengan kondisi ini.

Baca Juga :  Penguatan Swasembada Pangan Dipercaya Mampu Mengangkat Pertanian Indonesia

“Saya menjual biasanya per porsi Rp17 ribu, tapi dengan kenaikan harga seperti ini maksimal harga jual naik Rp1000 saja,” tuturnya. Karena keterbatasan stok dan tingginya harga daging ayam potong, Didit memutuskan untuk tidak berjualan sementara waktu.

Jika pasokan dan harganya tidak juga stabil, Didit akan mengalihkan untuk memperbanyak daging bebek dan lele untuk berjualan. Harga bebek dan lele sendiri cenderung lebih stabil dibandingkan ayam. “Untuk Ramadhan biasnya permintaan paling banyak ayam, tapi kalau kondisi seperti ini terus kami akan memperbanyak bebek dan lele saja,” pungkasnya.

 

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB