Kronologi Balita Tewas di Ngantru Tulungagung

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 1 Februari 2024 - 03:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung,AZMEDIA.CO.ID-arga Desa Kepuhrejo Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung digegerkan dengan meninggalnya anak kecil SF (5). Anak dari pasangan suami istri (pasutri) Sugiono (39) dan Yunsiar Maharini (32) ini meninggal di kamar saat ditinggal ke rumah sakit.
Kapolsek Ngantru Polres Tulungagung Ajun Komisaris Polisi Sumaji mengungkapkan bahwa kronologi kejadian diketahui meninggal pada Kamis, 1 Februari 2024 pukul 03.00 dini hari. Pasutri tersebut bekerja sebagai penjual nasi goreng (nasgor) di Pasar Ngantru yang berjarak beberapa KM dari rumah.

Ibu di Tulungagung diduga keracunan obat anak meninggal saat ditinggal berobat Kronologi Balita Tewas di Ngantru Tulungagung

“Bapak ibunya bekerja di Pasar Ngantru, setiap harinya-hari sama mbahnya (nenek). Jam 10 malam itu anaknya dikembalikan ke rumah. Tadi malam sekitar pukul 10 malam, ibunya pulang duluan dari bekerja di Ngantru,” ungkap AKP Sumaji kepada awak media.

AKP Sumaji mengatakan tak berselang lama, suaminya yang berjualan menyusul atau pulang pukul 24.00 WIB. Dan terkejut melihat istrinya muntah-muntah, akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Putra Waspada (RSPW) untuk penanganan lebih lanjut. Lalu, sang ayah meminta neneknya SF menunggui yang masih tertidur pulas di kamar. Sebab kemungkinan membutuhkan waktu selama berada di rumah sakit.

Setelah itu tidak tahu terjadi apa, jam 3 ibunya sakit, sempat muntah-muntah, Lalu dibawa ke Rumah Sakit Putra Waspada (RSPW) oleh suaminya, “Lalu anaknya dikira tidur oleh mbahnya ditunggui kipas-kipas dikira tidur di rumah,” bebernya.

Sang nenek merasa curiga dengan kondisi tubuh cucunya, ternyata setelah di cek SF sudah tak bernyawa. Kemudian menghubungi Sugiono yang masih di RSPW untuk ke rumah. “Demikian kita ke TKP, sudah kita cek lokasi bersama Tim Inafis Polres Tulungagung,” jelasnya.

Baca Juga :  Kronologi Kecelakaan Kereta Api di Rejotangan Tulungagung

Ia mengatakan informasi awal tanda-tanda kekerasan secara fisik, pihaknya belum menemukan tanda-tanda adanya luka-luka maupun lebam. Termasuk mulut SF juga tidak berbusa, sehingga belum bisa dipastikan penyebab kematian SF.

“Kita masih mencari penyebab kematian anaknya ini,” ujarnya. Sementara, untuk barang bukti yang diamankan di kamar ada minuman gelas. Kemudian ada serbuk putih tidak tahu jenis apa yang sudah dibawa oleh Tim Inafis Polres Tulungagung.

“Termasuk HP kita amankan, kemudian air putih. Sementara masih dalam lidik,” tandasnya. Sebagai informasi, rumah sang nenek tak jauh dari rumah korban. Tepat di samping bersebelahan cucunya. Sementara, ibu korban mengidap penyakit sakit gigi dan diduga meminum obat-obatan sebelum dibawa ke rumah sakit.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB