Cuaca Ekstrem Jadi Ancaman Paling Ngeri di Tahun 2024

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 26 Januari 2024 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung,AZMEDIA.CO.ID-World Economic Forum (WEF) mengungkap cuaca ekstrem jadi ancaman terbesar tahun ini, disusul oleh AI dan polarisasi sosial/politik.
Hal itu terungkap dalam Global Risk Report 2024 WEF yang merupakan hasil survei tentang lanskap risiko global terhadap 1.490 para ahli di bidang akademik, bisnis, pemerintahan, komunitas internasional, dan masyarakat sipil.

https asset.kgnewsroom.com photo pre 2024 01 11 e18a35cc e1cd 4848 9de9 27f5eaad300a jpg Cuaca Ekstrem Jadi Ancaman Paling Ngeri di Tahun 2024

Risiko global (global risk) sendiri didefinisikan sebagai kemungkinan terjadinya terjadinya suatu peristiwa atau kondisi yang, jika itu memang terjadi, akan berdampak negatif secara signifikan terhadap proporsi pendapatan domestik bruto (PDB) global, populasi atau sumber daya alam.

Berikut 10 risiko global terbesar yang dihadapi di 2024 versi survei WEF:
+ Cuaca ekstrem (66 persen)
+ AI genereted misinformation and disinformation (53 persen)
+ Polarisasi sosial dan/atau politik (46 persen)
+ Krisis biaya hidup (42 persen)
+ Serangan siber (39 persen)
+ Penurunan ekonomi (33 persen)
+ Terganggunya rantai pasokan barang dan sumber daya penting (25 persen)
+ Eskalasi atau pecahnya konflik bersenjata antarnegara (25 persen)
+ Serangan terhadap infrastruktur penting (19 persen)
+ Rantai pasokan makanan terganggu (18 persen)

enapa cuaca ekstrem?
WEF mengungkap banyaknya pilihan terhadap cuaca esktrem adalah buntut gelombang panas dan pecahnya sejumlah rekor panas sepanjang sejarah di belahan Bumi utara di 2023.

Dalam periode yang sama, kata WEF, fenomena El Nino, diperkirakan akan menguat dan bertahan sampai Mei tahun ini. Versi BMKG dan Badan Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA), El Nino bisa bertahan hingga April 2024.

“[Kondisi] ini bisa terus memicu rekor baru panas, dengan gelombang panas yang ekstrem, kekeringan, kebakaran hutan, dan banjir dapat diantisipasi,” menurut WEF.

Lembaga ini mengungkap fenomena cuaca ekstrem ini terkait dengan pemanasan global yang mendekati “titik kritis iklim.”
akni, ambang batas suhu 1,5 derajat Celsius lebih panas dari rata-rata era pra-industri yang memicu perubahan jangka panjang, berpotensi tidak dapat diubah, dan terus berlanjut.

Baca Juga :  Pasar Wage Uji Ketahanan: Pembeli Beralih ke Belanja Online

Angka ini diperkirakan akan tercapai pada awal 2030-an.

Gill Einhorn, Head, Innovation and Transformation, Centre for Nature and Climate, World Economic Forum, mengatakan cuaca ekstrem ini dipicu oleh “perubahan mendadak dan tidak dapat diubah pada sistem Bumi.”

Hal ini juga memberi risiko runtuhnya ekosistem yang tidak beradaptasi dengan baik terhadap iklim.

Solusi prioritasnya adalah pengurangan emisi atau pelepasan gas pemicu rumah kaca yang membuat Bumi makin panas.

“Mengurangi emisi manusia adalah cara tercepat untuk menunda atau menghindari perubahan penting pada sistem bumi,” ujar Einhorn, dikutip dari situs WEF.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB