Siswi SMP di Surabaya Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung, Kakak dan Paman

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Januari 2024 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung,AZMEDIA.CO.ID- Seorang siswi SMP berinisial B (13) menjadi korban pencabulan orang terdekatnya, yakni ayah kandung PE (43), MA (17) kakak, I (43) dan JW (49) paman korban.
Para pelaku saat ini sudah ditangkap dan ditetapkan tersangka oleh Polrestabes Surabaya.

WhatsApp Image 2024 01 23 at 080707 926232123 scaled Siswi SMP di Surabaya Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung, Kakak dan Paman

Bibi korban berisinial SN (41) menceritakan kronologi kejadian memilukan ini. Dia menyatakan, korban B tinggal bersama ayah, ibu, kakak, dan dua pamannya di sebuah rumah dua lantai di Kecamatan Tegalsari Surabaya.

Kejadian pelecehan ini disebut dilakukan keempat pelaku saat ibu korban berinisial AR sedang berobat dan dirawat di rumah sakit karena stroke ringan.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kamar beda-beda. Ada tiga kamar,” ucap SN.

Ketika AR dirawat di rumah sakit, saat itulah bapak dan kakaknya melakukan perbuatan cabul dengan memegang alat vital korban. Keduanya juga diduga menyetubuhi korban di dalam kamar lantai dua rumahnya.

Baca Juga :  Dugaan Pembiaran Praktik Perjudian di Wilayah Polsek Boyolangu: Laporan Warga Diabaikan, Penegakan Hukum Dipertanyakan

Sementara dua paman korban, I dan JW juga disebut meremas alat vital B beberapa kali. Hal itu dilakukan mereka sambil bercanda.

“Hewan pun enggak akan tega, kalau seperti itu kan lebih rendah dari binatang,” ujar SN.

Perbuatan bejat empat orang itu baru terbongkar saat korban mengadu ke ibunya, sepulang dari rumah sakit. Mereka pun akhirnya melapor ke polisi.

Karena kondisi korban yang masih ketakutan bila bertemu para pelaku, akhirnya ibu dan korban pencabulan mengungsi sementara ke rusun neneknya di kawasan Kenjeran, Surabaya.

“Saya tahu pas ibunya lapor ke polisi. Terus langsung kebongkar. Kamis itu ibunya sakit, Jumat langsung di jemput (korban) nginep tempat kerabatnya di Rusunawa,” ucap SN.

Baca Juga :  Pemblokiran Aplikasi China Meluas, Ini Latar Belakangnya

Sebelum lapor polisi, SN mengatakan bahwa  keluarga besarnya sebenarnya sempat ‘menyidangkan’  empat pelaku itu. Mereka mencecar ayah, kakak dan dua paman korban.

Tapi pengakuan keempatnya, perbuatan bejat itu mereka lakukan karena khilaf.

“Kami tekan seperti apapun jawabannya tetap satu, khilaf,” ucapnya.

SN mengatakan, peristiwa ini jelas menjadi aib bagi keluarga besarnya. Ia menyesalkan dan malu. Dia pun meminta empat orang itu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Keluarga pasti malu kan aib keluarga saya, empat laki semua. Itu masih ada sambung darah, saya sesalkan,” ujarnya.

 

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB