Baru Saja Ada Aturan Baru, Oknum Jukir di Tulungagung Tarik Karcis Ugal-ugalan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Januari 2024 - 03:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung,AZMEDIA.CO.ID-Baru beberapa pekan dilaksanakan, kebijakan parkir konvensional menggunakan karcis di Tulungagung sudah timbul masalah.
Terbaru, salah seorang oknum juru parkir (jukir) mulai bermain api dengan menarik tarif parkir hingga Rp10 ribu untuk kendaraan roda empat.
Padahal menurut aturan yang ada, tarif parkir untuk kendaraan jenis tersebut adalah Rp3.000 saja.
Pengalaman kurang mengenakkan itu diceritakan oleh salah satu warga Tulungagung dengan insial JK.
Hari Minggu (14/1/2024) lalu, pria tersebut memarkirkan kendaraan roda empat miliknya di Jalan Basuki Rahmat Tulungagung saat mengantarkan putranya mengikuti sebuah lomba di SMPN 1 Tulungagung.
JUKIR 426551229 1 4281067816 Baru Saja Ada Aturan Baru, Oknum Jukir di Tulungagung Tarik Karcis Ugal-ugalan

Saat datang, tidak ada satupun jukir yang melayaninya dalam memarkirkan kendaraaan.

Namun saat hendak pulang, sekitar pukul 11 siang, tiba-tiba ada seorang Jukir dengan mengenakan seragam resmi dari Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung mendatanginya.

Petugas jukir itu meminta tarif parkir untuk roda empat dengan nominal sampai Rp10 ribu.

“Saya tidak dapat karcis parkir, tiba-tiba saat mau pulang itu didatangi petugas jukir dan meminta tarif parkir sampai Rp10 ribu,”

“Sontak saya pertanyakan, setau saya tarif parkir mobil saat ini adalah Rp3.000, kenapa ini kok menjadi Rp10 ribu, apalagi tanpa karcis,” ujar JK

Kelakukan Jukir itu belum selesai sampai disitu, JK menceritakan bahwa sempat ada negoisasi yang terjadi.

Karena tidak diberikan Rp10 ribu, petugas Jukir itu memintanya untuk membayar dobel dengan cara akan diberikan dua buah karcis.

“Lalu dia (Petugas jukir) meminta saya untuk membayar dobel dengan diberi dua karcis. Tapi tetap saya tolak dan saya beri Rp 3.000 saja,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Kasi Perparkiran Dishub Tulungagung, Vinyas Nugrahaningrum menyebut, kejadian itu murni ulah dari oknum jukir jika memang benar memakai seragam dari Dishub Tulungagung.

Pasalnya, puluhan jukir yang dikaryakan sudah diberikan sosialisasi terhadap aturan baru parkir konvensional ini.

Baca Juga :  Bulan Ramadan, Jajanan Pasar di Tulungagung Ludes Diborong Masyarakat

“Selain sudah kita sosialisasikan, semua jukir sudah kita bekali karcis juga, tanpa terkecuali,” katanya.

Untuk prosedurnya, masyarakat tidak wajib membayar jika tidak diberikan karcis oleh petugas jukir.

Sedangkan untuk tarif, roda dua sebesar Rp2.000 dan roda empat atau sejenisnya sebesar Rp3.000.

Tidak ada perbedaan tarif baik saat berbeda wilayah atau bahkan momentum tertentu.

Vinyas menegaskan jika masyarakat menemukan hal yang diluar prosedur atau diluar aturan perparkiran terbaru ini, bisa membuat aduan dengan memberikan bukti berupa foto, video atau bukti lainnya.

Itu akan membantu Dishub Tulungagung dalam mewujudkan parkir konvensional di Tulungagung yang lebih baik lagi.

“Selama masih sosialisasi, kita butuh evaluasi untuk lebih baik lagi. Istilahnya ini masih transisi dari parkir berlangganan ke parkir konvensional,”

“Jadi banyak kekurangan-kekurangan. Kita juga butuh peran serta masyarakat untuk membantu kita,” tutupnya

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal
Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan
Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026
Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung
Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik
Ekonomi Mikro Tetap Berputar: Jasa Permak Kenayan Tulungagung Masih Ramai
Rofian: Dari Penjual Jamu Keliling Menjadi Pengacara, Mengangkat Derajat Keluarga
Asrorul Mais: Dari Keterbatasan Menuju Wakil Rektor, Menggerakkan Pendidikan Inklusi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:34 WIB

Merajut Harapan dari Balik Jeruji: Ketika Warga Binaan Menyiapkan Masa Depan

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:59 WIB

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:17 WIB

Industri Kosmetik Berstandar Global Tumbuh dari Desa Rejotangan Tulungagung

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:33 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Ngasem Kediri: Pendidikan Hukum sebagai Proyek Kesadaran Publik

Berita Terbaru

Bisnis

33 Coffee and Go Tumbuh dari Ketekunan Usaha Lokal

Rabu, 28 Jan 2026 - 17:16 WIB

News Update

Menuju Subsidi Tepat Sasaran: Penyesuaian Kuota BBM Tahun 2026

Rabu, 28 Jan 2026 - 15:59 WIB