AZMEDIA | Tulungagung — Perjalanan membangun usaha tidak selalu dimulai dari kondisi ideal. Hal itu dirasakan betul oleh pendiri 33 Coffee & Go, salah satu pelaku usaha kopi lokal di Kabupaten Tulungagung, yang kini usahanya perlahan dikenal masyarakat.
Usaha kedai kopi tersebut lahir dari keberanian mengambil risiko di tengah keterbatasan. Pada awal berdiri, konsep usaha yang diusung sempat diragukan. Lokasi dinilai kurang strategis, persaingan usaha kopi cukup ketat, dan modal yang dimiliki terbatas. Namun, keyakinan untuk terus berjalan membuat usaha tersebut tetap bertahan.
Nama “33” yang digunakan bukan sekadar angka, melainkan simbol perjalanan hidup dan pengingat untuk tetap konsisten melangkah, meski berada dalam kondisi sulit. Dari hari ke hari, pemilik usaha terus memperbaiki kualitas produk, pelayanan, serta membangun kedekatan dengan pelanggan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seiring waktu, 33 Coffee & Go mulai menemukan pasarnya. Tidak hanya menjadi tempat menikmati kopi, kedai ini juga berkembang sebagai ruang interaksi anak muda dan masyarakat sekitar. Kehadirannya turut menggerakkan roda ekonomi kecil, mulai dari pemasok bahan baku hingga tenaga kerja lokal.
Pemilik 33 Coffee & Go mengakui bahwa tantangan tidak pernah benar-benar hilang. Namun, konsistensi, kesediaan belajar, dan keberanian untuk beradaptasi menjadi kunci utama menjaga usaha tetap berjalan. Baginya, usaha bukan semata soal keuntungan, tetapi proses panjang membangun kepercayaan.
Kisah 33 Coffee & Go menjadi gambaran bahwa keberhasilan tidak selalu lahir dari langkah besar. Dari usaha kecil yang dijalani dengan ketekunan, tumbuh harapan dan peluang baru. Di tengah persaingan dan tekanan ekonomi, cerita ini menjadi inspirasi bahwa kerja keras dan kesabaran masih memiliki tempat dalam dunia usaha lokal.













