IPRoyal.com
×
Swipe up untuk membaca artikel

Ingin membaca berita tanpa iklan?

Buka di aplikasi AZMEDIA

IPRoyal.com
IPRoyal.com

Wabah Cacar Monyet, Berikut Gejala dan Bahayanya Jika Tertular

Wabah Cacar Monyet, Berikut Gejala dan Bahayanya Jika Tertular

TULUNGAGUNG.AZMEDIA.CO.ID – Monkeypox atau cacar monyet dilaporkan semakin menyebar di luar negeri. Meskipun hingga saat ini belum muncul laporan kasus di Indonesia, namun sebaiknya kita tetap waspada. Sebab penyakit ini dikategorikan berbahaya dan mudah menular dan dapat menular melalui percikan droplet.

Penularan cacar monyet ini bisa terjadi melalui kontak erat manusia atau benda yang terkontaminasi dengan virus cacar monyet.

Penyakit ini termasuk penyakit zoonis yang artinya dapat menular dari hewan ke manusia.

“Penularan cacar monyet atau monkeypox ini bisa terjadi melalui darah, air liur, cairan tubuh serta ingus saluran pernafasan,” terang Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Sekar Puspita, Sp. KK. Senin (30/5/2022).

Ia menjelaskan, bahwa penyakit cacar monyet ini memiliki masa inkubasi 6-16 hari, namun juga bisa mencapai 5-21 hari.

Penyakit ini memiliki gejala invasi serta masa infeksius.

Gejala invasi ini terjadi ketika pasien mengalami kondisi demam, flu, sakit kepala hebat, lemah, rasa sakit pada otot nyeri sendi serta nyeri punggung.

Sementara itu, masa infeksius terjadi pada saat muncul ruam bintik berisi cairan.

“Di Indonesia belum ada kasusnya, namun kita harus tetap waspada sebab penyakit ini bisa menular,” sambungnya.

Cacar monyet ini juga dapat menyebar melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi seperti monyet, tikus dan tupai atau melalui benda yang telah terkontaminasi virus.

Jika dilihat tingkat berbahayanya, cacar monyet ini masuk dalam kategori ringan terkadang menyerupai cacar air dan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.

Sementara itu, untuk tingkat keparahan dari virus ini tergantung kondisi imun serta ada/tidaknya penyakit komorbit.

Jika penderita memiliki imun defisiensi (imun dengan kekebalan kurang), biasanya timbul komplikasi seperti infeksi paru, namun hal ini jarang terjadi. “Yang penting tetap waspada, tidak perlu panik dan tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta apabila timbul gejala klinis diatas bisa segera konsultasi ke dokter,” pungkasnya. (prn/pkrs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Alert: Baca Boleh, Coppas Jangan - Berkaryalah Semampu Anda 🤓