azmedia
×
Swipe up untuk membaca artikel

Ingin membaca berita tanpa iklan?

Buka di aplikasi AZMEDIA

INSTALL

Tradisi Labuh Sembonyo, Ungkapan Syukur Masyarakat Nelayan Pantai Popoh Pada TYME

Avatar Of Paul Suparno
Img 20220813 Wa0048 Tradisi Labuh Sembonyo, Ungkapan Syukur Masyarakat Nelayan Pantai Popoh Pada Tyme

TULUNGAGUNG.AZMEDIA.CO.ID – Masyarakat sekitar pantai Popoh Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung menggelar upacara adat Labuh Laut atau Sembonyo. Sabtu (13/08/2022).

Dengan diiringi kesenian jaranan, warga mengarak sembonyo yang berisi kepala kerbau dan tumpeng raksasa berupa hasil bumi dari pendopo pantai Popoh menuju ke TPI untuk dilakukan prosesi doa bersama yang dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat.

Setelah itu, tumpeng yang berisi sayur mayur dan buah – buahan diperebutkan warga. Sedangkan sembonyo kemudian dilarung ke tengah laut dengan diarak warga nelayan dengan menggunakan perahu.

Wakil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo yang hadir bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung, Dinas Perikanan Tulungagung, Forkopimca Besuki dalam kesempatan tersebut mengapresiasi atas semangat kegotong royongan warga yang telah mengadakan acara tradisi labuh laut atau petik laut.

Img 20220813 Wa0053 Tradisi Labuh Sembonyo, Ungkapan Syukur Masyarakat Nelayan Pantai Popoh Pada Tyme

Menurut Wabup Gatut Sunu, Labuh laut Sembonyo merupakan acara tradisi sebagai ungkapan masyarakat nelayan yang mensyukuri atas nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut selama ini.

“Untuk itu saya berharap tradisi ini tetap dijaga dan dilestarikan dengan baik sehingga menjadi tradisi budaya yang kita cintai. Dan saya berharap kedepannya masyarakat nelayan sekitarnya akan semakin maju dan pantai Popoh ini semakin dikenal dengan wisata dan budayanya,” ucap Gatut Sunu dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala Desa Besole Suratman juga mengatakan, upacara Bersih laut atau Petik Laut tersebut merupakan tradisi ritual nelayan Pantai Popoh setiap tahunnya yakni pada tiap bulan Suro.

“Tujuannya adalah syukuran bersama supaya para nelayan tahun ini dan yang akan datang semoga diberikan hasil laut yang melimpah oleh Allah SWT dan ini adat kami yang tidak bisa dirubah,” ujar Suratman.

Untuk itu, Suratman mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan semua yang telah ikut mendukung sehingga acara ritual tersebut bisa berjalan lancar.

“Terimakasih, warga kami bisa kompak bergotong royong dalam melaksanakan acara ini semoga apa yang menjadi harapan masyarakat nelayan pantai Popoh bisa terkabulkan,” pungkasnya.(Parno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.