loader image

Tindak Lanjuti Kunjungan Investor, Bupati Maryoto Birowo Pimpin Rakor Pengembangan Tulungagung

  • Bagikan

 

TULUNGAGUNG.AZMEDIA.CO.ID-Sebagai tindak lanjut atas kunjungan investor di Kabupaten Tulungagung, Bupati Maryoto Birowo menggelar Rapat Koordinasi Pengembangan Kabupaten Tulungagung yang dilaksanakan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Senin, (8/11/2021), mulai pukul 11.00 WIB.

Dalam rapat tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, Sukaji, serta diikuti oleh beberapa Asisten, Staf Ahli, dan Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Tulungagung.

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, menjelaskan, maksud dari rapat koordinasi ini adalah memberikan informasi kepada instansi, terkait tindak lanjut kunjungan investor yang mengembangkan dan berinvestasi di Kabupaten Tulungagung. Sedangkan tujuannya adalah menyamakan persepsi terhadap rencana kegiatan yang akan dilakukan oleh para investor di Kabupaten Tulungagung tersebut.

Rombongan investor sebanyak 8 orang yang dipimpin oleh Daniel Basuki Staf Ahli Kepresidenan, Lippo Group, Agung Podomoro Grup, Jatim Park Group, telah melihat beberapa titik lokasi di wilayah Kabupaten Tulungagung, diantaranya,

-Lapangan Pasar Pahing,
-Lahan Milik Pemkab Tanah Eks. Bengkok di Barat Gor Lembu Peteng,
-Pantai Pacar dan sekitarnya,
-Pantai Gemah,
-JLS di Desa Pucanglaban dan Desa Keboireng,
-Sepanjang Pinka Ngrowo,
-Pesanggrahan Argo Wilis Sendang,
-Candi Dadi Situs Dunia yang ada di Kabupaten Tulungagung.

Lebih lanjut disampaikan Bupati, berdasarkan hasil komunikasi awal, terdapat usulan bahwa di Kabupaten Tulungagung diperlukan sebuah bangunan monumen yang menjadi Ikon Kabupaten Tulungagung. Usulan tersebut harus menunjukkan kondisi atau ciri Kabupaten Tulungagung, yaitu yang mengandung unsur Wajakensis, Reog Kendang, Marmer Tulungagung, dan Patung Gayatri.

Adapun lokasi yang diminati untuk membangun ikon tersebut adalah, Pasar Pahing Tulungagung seluas ± 1,6 HA, dan Tanah Eks. Bengkok Kelurahan Tertek dan Kutoanyar yang berlokasi di barat Gor Lembu Peteng seluas ± 15 HA.

“Kedua lokasi ini nantinya diminati untuk dibangun Monumen Ikon Tulungagung, Pusat Perbelanjaan, Pusat Kuliner, Pusat Informasi, Museum, Hotel dan sarana pendukungnya,” terangnya.

Sedangkan potensi lain yang ingin dikembangkan, yakni membangun tempat wisata buatan/taman safari di Kecamatan Besuki, melakukan pengembangan di Pesanggrahan Argo Wilis Sendang, serta melakukan kerjasama untuk mengekspor potensi UMKM di Kabupaten Tulungagung.

“Dari potensi-potensi yang direncanakan, tentunya ada proses-proses yang harus dilalui, seperti halnya proses penggunaan tanah Pemkab, apakah sudah sesuai tata ruang, proses sisi perijinan, proses dari sisi lalu lintas, dan juga proses dari sisi sosial ekonomi,” pungkasnya. (*Gs/kmf).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!