loader image

Tiga Pasutri Abal-Abal Digerebeg Warga Diarak Ke Balai Desa Plosokandang

  • Bagikan

 

TULUNGAGUNG.AZMEDIA.CO.ID-Menindaklanjuti aduan masyarakat desa Plosokandang yang resah dengan keberadaan tempat kos yang selama ini disinyalir sering disalah gunakan sebagaimana fungsinya.
Maka beberapa warga bersama ketua RT dan Linmas mendatangi salah satu tempat kos di wilayah dusun Kudusan Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru. Dan ternyata setelah didatangi beberapa warga pada, Minggu (28/11/2021) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB didapati tiga pasangan bukan suami istri atau diduga pasangan kumpul kebo, karena saat di datangi warga pintu kamar kos dalam keadaan tertutup dan terkunci.

Saat digerebeg warga, tiga pasangan tersebut tidak bisa menunjukkan surat nikah.
Untuk menghindari aksi anarkis maka warga bersama ketua RT, dan petugas Linmas memilih membawa ketiga pasangan tersebut ke Balai Desa setempat.

Tiga pasangan tersebut masing – masing adalah, RZ (28) kelurahan Jepun – IK (33) desa Tanjungsari nikah siri, MM (47) Sumberdadi – YM (37) Desa Joho Kecamatan Pule Trenggalek. MR (19) kelurahan Tertek – Hal (21) Desa Talang Sendang .

Saat dimintai keterangan oleh Kades dengan disaksikan BKTM dan Linmas serta perwakilan pemuda setempat, Para penghuni kos yang rata – rata wanita itu mengaku bekerja di warung kopi. Bahkan mereka beralasan mulai dari menunjukkan surat nikah siri, alasan mendatangi konsumen perempuan untuk minta jasa ditato, mengantar berkat ketempat kos pacarnya.

Sanusi (57) Danton Linmas Plosokandang saat diwawancarai awak media mengatakan, sebenarnya pihaknya bersama warga sekitar sudah lama mendapat aduan dari warga dan akhirnya mendatangi tempat kost tersebut.

“Keresahan warga sekitar tentang keberadaan kos yang diduga disalah gunakan ini sebenarnya sudah cukup lama, dan ternyata dini hari tadi kita lakukan penggerebegan,” ujar Sanusi.

Sanusi juga membenarkan perihal masih adanya beberapa tempat kos lainnya di Plosokandang juga diindikasikan disalah gunakan.

“Kami bersama warga tetap melakukan pemantauan terhadap tempat kos yang kami curigai disalahgunakan. Yang jelas tujuannya adalah untuk menciptakan situasi yang aman dan tertib,” ujarnya.

Sementara itu, Kades Plosokandang Agus Waluya terkait adanya kejadian tersebut juga mengatakan pihaknya selama ini juga sudah menghimbau kepada pemilik usaha tempat kos di wilayahnya agar lebih selektif dalam mengelola tempat kosnya agar tidak disalah gunakan oleh penghuninya. Untuk itu pihaknya terus melakukan kordinasi dengan RT dan RW agar tempat kos diwilayahnya benar – benar difungsikan sebagaimana mestinya.

“Selama ini ketua RT dan RW sebenarnya juga sudah melakukan pendataan kepada penghuni kos diwilayah kami dengan memintai surat – surat kelengkapan penghuni kos termasuk data kependudukannya, namun masih banyak yang masih mengindahkannya. Pemilik tempat kos menurut Agus seharusnya bisa selektif. Misalkan kos wanita dikhususkan untuk wanita , kos pria dikhususkan untuk pria , demikian juga yang kos untuk rumah tangga dikhususkan untuk pasangan suami istri yang sah agar tidak campur jadi satu dengan yang lainnya serta mentaati jam kunjung sesuai aturan pada umumnya bertamu.

“Pemilik kos harusnya lebih selektif dalam menerima penghuni kos dan tamunya, jangan ngawur hanya mementingkan dari segi pendapatannya saja tapi lebih mengutamakan keamanan demi ketertiban lingkungan sekitarnya,’ tandasnya.

Terkait sangsi tiga pasangan yang digerebeg tersebut, Agus mengatakan pihaknya memberikan sangsi berupa pembinaan yakni dengan membuat surat pernyataan bermaterai tidak akan mengulangi perbuatan yang sama, namun jika nantinya terulang pihaknya juga tidak segan akan memanggil pemilik kos untuk diberi sangsi yang lebih tegas lagi.

“Tadi pagi, baik ketiga pasangan maupun si pemilik kos inisial S alamat Kelurahan Bago Kecamatan Kota Tulungagung langsung kita berikan sangsi peringatan dan pembinaan dengan membuat surat pernyataan, namun jika nanti mengulanginya lagi, kita lakukan tindakan lebih tegas lagi, akan kita tutup tempat kosnya. Karena ini menyangkut kenyamanan warga kami Dan kami akan lakukan hal yang sama kepada tempat kos lainnya jika ada yang melanggarnya tanpa tebang pilih,” tegasnya.(im)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!