azmedia
×
Swipe up untuk membaca artikel

Ingin membaca berita tanpa iklan?

Buka di aplikasi AZMEDIA

INSTALL

Tersangka Kasus Jual Beli Tanah Kavling Fiktif Meninggal Dunia

Tersangka Kasus Jual Beli Tanah Kavling Fiktif Meninggal Dunia

Avatar Of Paul Suparno
Kasus Jual Beli Tanah
TULUNGAGUNG. AZMEDIA.CO.ID – Pria berinisial AAF asal Desa Sumbersari, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Salah satu tersangka kasus jual beli tanah kavling fiktif di Tulungagung, meninggal dunia pada Sabtu (27/08/2022) sekira pukul 17.19 WIB.

“AAF dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RSUD dr Iskak Tulungagung karena sakit TBC akut,” terang Kasie Intelejen Kejaksaan Negeri Tulungagung, Agung Tri Radityo, Rabu (31/08/2022).

Agung mengatakan, sesuai dengan agenda yang ada, seharusnya AAF bakal menjalani sidang pada Kamis (01/09/2022) besok.

Namun karena kondisi kesehatan AAF mengalami penurunan pada Sabtu pagi, kemudian AAF harus dibawa ke RSUD dr Iskak Tulungagung.

“Sesuai agenda, seharusnya sudah ada jadwal sidang untuk AAF, dan karena kondisinya masih sakit, maka dibawa ke rumah sakit, ” ujar Agung.

Agung menjelaskan, AAF sebelumnya dideteksi menderita TBC Akut, hingga membuat dirinya mengalami hilang nafsu makan dan kondisinya semakin menurun dari waktu ke waktu.

“Pada Sabtu kemarin, paginya AAF dibawa ke RSUD dr Iskak dan sorenya dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.

Lebih lanjut Agung menerangkan, setelah meninggal kemudian jasad tersangka langsung diserahkan kepada pihak keluarga guna proses pemakaman.

“Karena tersangka AAF ini meninggal dunia, maka penuntutannya atas kasus ini juga dihentikan. Namun untuk proses persidangan tersangka YDS tetap lanjut,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polisi telah mengungkap kasus jual beli tanah kavling fiktif yang dilakukan oleh pimpinan CV Setya Land Indonesia, pada pertengahan tahun 2022 yang lalu.

Namun ternyata, kavling tanah yang ditawarkan dengan harga murah oleh tersangka di media sosial masih menjadi milik orang lain.

Kemudian setelah dilakukan penyidikan, polisi menetapkan dua pimpinan perusahaan, yakni AAF (40) dan YDS (31) perempuan asal Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung sebagai tersangka.

Dalam kasus ini, kedua tersangka dijerat dengan pasal 372 Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 Jo. Pasal 65 KUHP atau Pasal 378 Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1, atas dugaan penipuan pengadaan kavling tanah di dua lokasi yang berbeda.(parno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.