AZMEDIA – Program bantuan becak listrik dari Presiden RI Prabowo Subianto mulai disiapkan di Kabupaten Tulungagung dengan diawali pelatihan bagi para tukang becak. Ratusan pengayuh becak tampak mengikuti pembekalan teknis agar lebih siap mengoperasikan kendaraan berbasis listrik tersebut saat bantuan resmi disalurkan.
Pelatihan difokuskan pada pengenalan sistem pengendalian, cara penggunaan gas, hingga pemahaman dasar perawatan becak listrik. Unit yang akan dibagikan merupakan produksi PT Pindad, sehingga peserta juga dikenalkan pada spesifikasi teknis dan aspek keselamatan berkendara.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menjelaskan, bantuan ini tidak diberikan kepada seluruh tukang becak. Pemerintah daerah menerapkan kriteria penerima, di antaranya usia minimal 60 tahun serta termasuk dalam kelompok ekonomi desil 1 hingga 5. Dari sekitar seribu tukang becak yang ada di Tulungagung, baru 200 orang yang masuk daftar penerima tahap awal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk tahap ini memang masih terbatas. Namun kami akan terus berupaya mencari tambahan bantuan agar lebih banyak tukang becak yang terbantu ke depannya,” kata Gatut, Kamis (8/1/2026).
Ia menambahkan, pendanaan becak listrik tersebut berasal dari dana pribadi Presiden Prabowo. Dengan harga satu unit mencapai sekitar Rp22 juta, total nilai bantuan yang dialokasikan untuk Tulungagung diperkirakan menembus Rp4,4 miliar. Gatut menegaskan, becak listrik yang diterima tidak boleh diperjualbelikan atau dialihkan kepada pihak lain.
“Becak ini khusus untuk penerima. Namun apabila penerima meninggal dunia, masih diperbolehkan diwariskan kepada anaknya. Untuk perawatan dan kendala teknis, nanti akan ada pendamping dan koordinator di lapangan,” jelasnya.
Salah satu peserta pelatihan, Sukadi, mengaku gembira sekaligus tertantang dengan kehadiran becak listrik. Ia menyebut perlu waktu untuk menyesuaikan diri karena selama ini terbiasa mengayuh pedal. Tukang becak yang biasa mangkal di sekitar perempatan BTA itu mengaku sempat gugup saat pertama kali mencoba.
“Rasanya beda. Biasanya mengayuh, sekarang tinggal putar gas. Tapi pelan-pelan bisa terbiasa,” tuturnya.
Sementara itu, Koordinator Becak Listrik Indonesia Dimas Ramdana Prasetya memastikan program ini ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menegaskan, penerima tidak akan terbebani biaya listrik karena kebutuhan daya pengisian baterai relatif kecil.
“Dengan daya listrik rumah 450 watt sudah bisa untuk mengisi baterai. Waktu pengisian sekitar tiga hingga empat jam,” paparnya.
Menurutnya, daya tahan baterai bergantung pada beban angkut. Semakin ringan muatan, semakin lama jarak tempuh yang bisa dicapai. Selain itu, pihak penyedia juga memberikan garansi selama enam bulan. Jika terjadi kerusakan, unit dapat ditangani atau ditukar melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan tukang becak sekaligus mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan di Tulungagung.













