loader image
Beri Rasa Aman Umat Kristiani Laksanakan Misa Kenaikan Isa Al-Masih, Polres Tulungagung Sterilisasi Sejumlah GerejaPatroli Blue Light Polres Tulungagung Amankan 13 R2 dan 25 Remaja Yang Akan Balap LiarKapolres bersama Dandim 0807 Tulungagung Blusukan Cek Ketersediaan Minyak GorengPerluas Kerjasama Perdagangan, Gubernur Khofifah Bertekad Tingkatkan Jejaring Konektivitas Antar DaerahUnit Reskrim Polsek Besuki Polres Tulungagung Bekuk Pengedar Pil Koplo Saat Transaksi Dipinggir Jalan
banner 728x250

Rekontruksi Kasus KDRT Hingga Korban Meninggal, Pelaku Peragakan 32 Adegan

Rekontruksi Kasus KDRT Hingga Korban Meninggal, Pelaku Peragakan 32 Adegan

banner 468x60

TULUNGAGUNG.AZMEDIA.CO.ID – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tulungagung menggelar rekonstruksi kasus KDRT yang menyebabkan korban meninggal dunia di Dusun Krajan, Desa Tenggong, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung.

Rekonstruksi di gelar di halaman Masjid Al-Hafidz Polres Tulungagung, Selasa (19/04/2022) pagi.

banner 325x300

“Petugas mencatat ada sekitar 32 adegan yang diperagakan tersangka, mulai dari awal sampai korban dan tersangka di pisah oleh saksi”, ucap Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Agung Kurnia P, SIK, MH, M.Si melalui Kasi Humas Iptu Anshori, SH.

Menurut Kasi Humas, tidak ada fakta baru yang ditemukan dalam proses rekonstruksi ini, semua yang diperagakan sesuai dengan Berkas Acara Pemeriksaan.

“Penyebab meninggalnya korban diperkirakan adegan 9 sampai 11 dalam rekontruksi, itu di kuatkan juga dengan hasil otopsi korban meninggal akibat pendarahan pada otak,” terang Iptu Anshori.

Selanjutnya Iptu Anshori menyampaikan, setelah ini pihak penyidik akan berkonsultasi dengan Kejaksaan Negeri Tulungagung agar berkas kasusnya bisa segera lengkap dan bisa disidangkan.

Sebelumnya, kejadian penganiayaan terhadap korban R (65) oleh pelaku penganiayaan berinisial T (74) yang tidak lain adalah suami korban. T mendatangi rumah korban untuk meminta tanda tangan surat persetujuan terkait pembagian tanah, pada Selasa (29/03/2022) sekitar pukul 19.30 WIB. Namun korban enggan untuk menandatangani surat persetujuan tersebut. Sehingga, terjadi percekcokan keduanya.

Karena amarah yang tidak terkendali, T menarik korban hingga teras rumah, karena tarikan pelaku, korban yang terjatuh dengan posisi miring, hingga kepalanya membentur lantai. Akibat kejadian tersebut, akhirnya korban meninggal dunia di lokasi. (Parno)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.