AZMEDIA — Kehadiran Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, membawa dampak ekonomi yang tidak terduga. Di sekitar kawasan tersebut, warga mulai memanfaatkan meningkatnya arus kunjungan dengan membuka lapak penjualan aneka cendera mata bertema macan putih.
Berbagai produk kreatif ditawarkan kepada pengunjung, mulai dari pakaian, aksesori, hingga pernak-pernik kecil. Antusiasme masyarakat yang datang untuk melihat dan berfoto di lokasi patung turut mendorong tumbuhnya kegiatan usaha skala kecil di lingkungan desa.
Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, mengungkapkan bahwa pembangunan patung tersebut pada mulanya hanya dimaksudkan sebagai simbol identitas desa. Namun seiring viralnya ikon tersebut, aktivitas ekonomi warga justru berkembang pesat di sekitarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kondisi ini memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha mikro dan warga yang mencoba peruntungan dengan berjualan di area tersebut. Ia menilai patung macan putih telah menjadi pemicu munculnya peluang ekonomi baru yang sebelumnya tidak terbayangkan.
Beragam jenis barang dijajakan oleh para pedagang, di antaranya kaos bergambar macan putih dengan desain khas, stiker, balon mainan, hingga aksesori untuk kendaraan bermotor. Produk-produk tersebut kerap dibeli pengunjung sebagai kenang-kenangan setelah berkunjung ke lokasi.
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, sehingga menarik minat berbagai kalangan. Salah satu produk paling diminati adalah stiker bertema macan putih yang dibanderol dengan harga murah dan mudah dibawa pulang.
Meningkatnya popularitas kawasan tersebut juga berbanding lurus dengan bertambahnya jumlah pedagang. Jika pada awalnya hanya segelintir warga yang membuka lapak, kini area sekitar patung dipenuhi pedagang musiman maupun pelaku UMKM lokal.
Safi’i menyebutkan bahwa jumlah pedagang terus bertambah dari hari ke hari. Bahkan dalam kondisi ramai, ratusan warga bisa terlibat langsung dalam aktivitas jual beli di sekitar kawasan Patung Macan Putih.
Fenomena ini menunjukkan bahwa keberadaan ikon desa tidak hanya berfungsi sebagai daya tarik visual, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi lokal dan membuka ruang pemberdayaan bagi masyarakat setempat.













