azmedia
×
Swipe up untuk membaca artikel

Ingin membaca berita tanpa iklan?

Buka di aplikasi AZMEDIA

INSTALL

Polres Tulungagung Ungkap 35 Kasus Dan Amankan 33 Pelaku Dalam Ops Sikat Semeru Tahun 2022

Polres Tulungagung Ungkap 35 Kasus Dan Amankan 33 Pelaku Dalam Ops Sikat Semeru Tahun 2022

Avatar Of Paul Suparno
Img 20221003 170412 Polres Tulungagung Ungkap 35 Kasus Dan Amankan 33 Pelaku Dalam Ops Sikat Semeru Tahun 2022

TULUNGAGUNG, AZMEDIA INDONESIA -Polres Tulungagung bersama Polsek jajaran telah sukses melaksanakan Operasi Sikat Semeru Tahun 2022, dengan sasaran tindak Curas, Curat, Curanmor, perampasan/ pemerasan, dan penyalahgunaan Senjata tajam.

Operasi yang digelar selama 12 hari, terhitung mulai tanggal 19 hingga 30 September 2022 tersebut dalam rangka penanggulangan kejahatan yang meresahkan masyarakat dan menciptakan rasa aman kepada masyarakat.

“Untuk Polres Tulungagung telah berhasil mengungkap sebanyak 35 kasus, melampaui apa yang sudah ditargetkan yaitu 7 kasus,” terang Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto, SIK, MH, dalam konferensi persnya bersama awak media di Mapolres setempat, Senin, (03/10/2022).

Img 20221003 170345 Polres Tulungagung Ungkap 35 Kasus Dan Amankan 33 Pelaku Dalam Ops Sikat Semeru Tahun 2022

Kapolres memaparkan, dari 35 kasus tersebut, terdiri dari kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) sebanyak 9 kasus, pencurian dengan pemberatan (Curat) / pencurian biasa (Cursa) 19 kasus, Street Crime 2 kasus, dan penyalahgunaan sajam sebanyak 5 kasus.

“Dari 35 kasus, pelaku yang berhasil di amankan sebanyak 33 orang tersangka, baik yang ada di polres sendiri maupun di Polsek Polsek jajaran,” ungkapnya.

Menurut Kapolres, sebagian pelaku masih berusia anak-anak namun proses hukum tetap berjalan sesuai dengan aturan yang ada dan akan dilakukan suatu langkah diversi.

“Dan ada beberapa perkara nantinya dilakukan restorative justice sesuai dengan peraturan Kapolri nomor 8 tahun 2021,” kata Eko Hartanto.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, pengungkapan kasus ini dilakukan oleh para pelaku kejahatan, baik Curat, Curanmor, Street Crime dan Penyalahgunaan Sajam di beberapa TKP di wilayah Kabupaten Tulungagung.

“Dari pengungkapan kasus tersebut yang telah berhasil diungkap oleh Satuan Reskrim Polres Tulungagung adalah 5 kasus Curanmor, 3 kasus Curat/Cursa, 2 kasus Street Crime,” jelasnya.

Kemudian untuk Polsek Kedungwaru 3 kasus, Polsek Tulungagung Kota, Polsek Ngantru, Polsek Sumbergempol masing-masing telah mengungkap sebanyak 2 kasus Curat/Cursa, Polsek Kalidawir 1 kasus Curat/Cursa dan 1 kasus Curanmor. Untuk Polsek Boyolangu, Polsek Besuki, Polsek Pucanglaban, Polsek Rejotangan, Polsek Pagerwojo, Polsek Pakel masing – masing 1 kasus Curat/ Curas.

Dan untuk Polsek Gondang, Polsek Tanggunggunung, Polsek Sendang, Polsek Karangrejo, dan Polsek Campurdarat masing – masing 1 kasus Penyalahgunaan Sajam.

“Dari kesemua kasus yang diungkap didominasi oleh kasus Curat dan Cursa yakni sebanyak 19 kasus,” tambahnya.

Img 20221003 170314 Polres Tulungagung Ungkap 35 Kasus Dan Amankan 33 Pelaku Dalam Ops Sikat Semeru Tahun 2022

Selain mengamankan pelaku, ada sejumlah barang bukti yang juga berhasil diamankan yakni, 3 unit kendaraan bermotor berbagai merk beserta kunci kontak dan 7 lembar foto kopy STNK, 1 buah ATM, 12 buah HP berbagai merk, 7 buah Dosbook HP, uang tunai senilai Rp 90.000,–, 65 bungkus rokok berbagai merk, 2 buah vapour, 1 buah jam tangan, 20 buah pompa air beserta 21 tutup pompa, 1 buah mixer, 5 bilah Sajam berbagai jenis, 2 lembar surat visum, perhiasan mas berupa 3 cincin, 1 ge lang, dan 1 kalung.

Masih menurut Kapolres, dari pengungkapan 35 kasus, 14 kasus saat ini masih dalam proses penyidikan, 1 kasus proses penyidikan di Polres Blitar Kota dan 20 kasus diselesaikan melalui Restorative Justice (RJ).

“Alhamdulillah, dari 7 kasus yang ditargetkan kita sudah melampaui lebih dari target yakni mengungkap sebanyak 35 kasus,” tandasnya.

Adapun pasal yang disangkakan dalam kasus sesuai sasaran Ops Sikat Semeru 2022 tersebut adalah Pasal 368 KUHP, Pasal 363 KUHP, dan UU Darurat No.12 Tahun 1951 yang ancaman hukuman pidananya 5 Tahun penjara dan paling lama 20 Tahun penjara.

Kapolres menghimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada dalam menyimpan barang berharga miliknya jangan sampai memberikan kesempatan untuk pelaku kejahatan. (Parno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.