loader image
Tekan Angka Kenakalan Remaja, Polres Tulungagung Giatkan Program Police Goes to SchoolPolisi Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi di Pati, Kabareskrim : Kasus Terbesar Sepanjang 2022Antisipasi Korban Tenggelam di Kolam Ikan Bertambah, Polres Tulungagung Himbau Pasang Jaring PengamanPolri Terapkan Restorative Justice dalam Kasus Dugaan Pencurian 40 Petani di MukomukoSilaturrahmi dengan Masyarakat Jatim di Babel, Gubernur Perkuat Pasar Antar daerah
banner 728x250

PGSI Tulungagung Gelar Musda III, Semangat Baru Perjuangkan Hak-Hak Guru Swasta

PGSI Tulungagung Gelar Musda III, Semangat Baru Perjuangkan Hak-Hak Guru Swasta

banner 468x60

TULUNGAGUNG.AZMEDIA.CO.ID – Dengan mengusung tema ” Profesional, Demokratis, dan Bermartabat ” Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Tulungagung menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-3 tahun 2022, bertempat di ruang Mts Al-Huda, Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Sabtu, (12/3/2022).

Acara dibuka oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGSI Pusat, DR. Moh. Fatah, dihadiri Wakil ketua DPRD Tulungagung, Ahmad Baharudin, Ketua PGSI Kabupaten Tulungagung, beserta pengurus dan anggota.

banner 325x300

Disela acara, Ketua Umum Pengurus Besar PB PGSI Pusat, DR. Moh. Fatah, saat diwawancarai awakmedia mengatakan bahwa pihaknya merasa bangga, karena PGSI di Kabupaten Tulungagung bisa menyelenggarakan Kegiatan Musda dengan lancar.

“Dengan Musda ini, kita masih punya semangat untuk memperjuangkan hak-hak guru, terutama guru swasta yang selama ini masih mengalami diskriminasi dalam hal kesejahteraan,” ucapnya.

Ia berharap, dengan dilaksanakan Musda PGSI ke-3 ini, akan ada perhatian besar dari pihak pemerintah, masyarakat, dan juga organisasi profesi, untuk ikut membantu memperjuangkan hak-hak guru swasta yang belum terjamin kesejahteraannya.

Sementara itu, masih ditempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Tulungagung, Ahmad Baharudin, menuturkan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi atas kegiatan Musda PGSI tersebut.

Ia juga mengakui bahwa peran penting PGSI dalam bidang pendidikan, kwalitas pendidikan di Tulungagung jadi meningkat, tidak lepas dari peran para guru. Namun demikian, terkait dengan kesejahteraan para guru swasta yang masih di bawah garis standard, Baharudin menyatakan bahwa hal tersebut akan dibicarakan lebih lanjut dengan pihak Eksekutif.

“Yang terpenting dalam hal ini, Musda PGSI bisa berjalan lancar, bisa menyatukan masukan melalui musyawarah terkait program-program pendidikan yang lebih baik,” terang Baharudin.

Terkait dengan langkah-langkah pihak legislatif dalam melakukan pengawalan hak-hak guru swasta dalam hal kesejahteraan, Baharudin menjelaskan bahwa hal tersebut sudah dibicarakan dengan pihak terkait.

“Memang tidak bisa mengakomodir semuanya, karena jumlah guru swasta juga banyak. Kami dari pihak legislatif juga mengakomodir atau memperbaharui data, agar nanti dalam hal penganggaran betul-betul sesuai data,” kata Baharudin.

“Kita perbaharui datanya, setelah itu baru kita menentukan kebijakan, supaya kebijakan nanti ada dasarnya dan benar-benar efisien,” sambungnya.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pemilihan ketua baru Pengurus Daerah PGSI Kabupaten Tulungagung masa bakti tahun 2022-2027 melalui voting (pemungutan suara)

Dalam voting yang diikuti 2 calon, yakni Nur Qomarudin dan Moh. Lukman, yang merupakan Ketua domisioner, perolehan suara Nur Qomarudin lebih unggul yaitu 54 suara, sedangkan Moh. Lukman memperoleh 15 suara.

Ketua PGSI Daerah Tulungagung terpilih, Nur Qomarudin berharap, kedepan organisasi profesi guru ini menjadi lebih solid, kompak, guyub menjaga kerukunan dan lebih maju lagi. Terkait dengan amanah yang diembannya, Kepala Madrasah Aliyah Al-Muslihun yang berada di Kecamatan Kalidawir ini juga menyampaikan beberapa hal untuk menjadikan PGSI menjadi lebih baik, Profesional Demokratis dan Bermartabat.

” Iya, terimakasih mas. Pertama, melengkapi kepengurusan untuk periode 2022-2027. Kedua,  Penguatan organisasi melalui validasi ulang keanggotaan dan pembentukan struktur sampai tingkat pengurus kecamatan. Ketiga, Pembinaan anggota melalui peningkatan profesionalisme. Keempat, Advokasi anggota terkait kesejahteraan para guru non PNS baik dalam lingkup Madrasah (kemenag) maupun lingkup sekolah (Disdikpora),” kata Qomarudin.

“Semoga kedepan kita bersama lebih solid dan tetap menjaga kekompakan kerukunan. Sebagai ketua tidak akan berarti apa-apa kalau tanpa ada komponen lainnya,” pungkasnya. (Parno)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.