IPRoyal.com
×
Swipe up untuk membaca artikel

Ingin membaca berita tanpa iklan?

Buka di aplikasi AZMEDIA

IPRoyal.com
IPRoyal.com

Pastikan PMK Pada Hewan Tidak Meluas, Bupati Tulungagung Tinjau Peternakan Sapi di Pucunglor Ngantru

Pastikan PMK Pada Hewan Tidak Meluas, Bupati Tulungagung Tinjau Peternakan Sapi di Pucunglor Ngantru

TULUNGAGUNG.AZMEDIA.CO.ID -Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Polres Tulungagung dan Kodim 0807 Tulungagung dalam rangka untuk memastikan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Tulungagung tidak meluas, melaksanakan peninjauan ke kelompok peternakan sapi di Desa Pucunglor, Kecamatan Ngantru. Selasa (7/6/2022) pukul 13.00 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, hadir bersama Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, MM, Kapolres Tulungagung AKBP. Handono Subiakto, SH, SIK, MH, Perwakilan Kodim 0807 Tulungagung, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung Mulyanto, S.Pt., M.M dan Forkopimcam Ngantru.

Bupati Tulungagung mengungkapkan, kegiatan ini dilaksanakan bersama tiga pilar dalam rangka untuk memastikan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Tulungagung tidak meluas.

“Sebab Tulungagung sekarang masuk zona kuning, karena ada puluhan sapi yang terindikasi penyakit mulut dan kuku”, terang Maryoto.

“Adapun sekarang ini ada 6 (enam) wilayah kecamatan yang terdapat suspek PMK antara lain Kecamatan Ngantru, Rejotangan, Gondang, Bandung, Pagerwojo, dan Sendang”, sambungnya.

Lebih dalam, Bupati Maryoto Birowo menyampaikan, bahwa dulu Tulungagung masuk zona hijau dan sekarang sudah masuk zona kuning.

“Hal ini disebabkan banyaknya hewan ternak yang berasal dari wilayah zona kuning dan merah masuk ke Tulungagung, padahal jalur lalu lintas hewan ternak sudah diawasi dan dijaga”, ujarnya.

Sementara itu, dalam keterangannya Kapolres Tulungagung AKBP. Handono Subiakto menyampaikan, bahwa jalur lalu lintas hewan ternak sudah diawasi dan dijaga.

“Diduga hewan itu masuk melalui jalur-jalur tikus yang tidak terjaga, selain itu juga kita sudah menempatkan 4 titik penyekatan di perbatasan supaya hewan ternak yang dari luar kota tidak masuk ke Tulungagung”, ucap Handono.

Selanjutnya, Kapolres Tulungagung menerangkan, hewan ternak (sapi) yang terindikasi PMK, perlu dilakukan karantina atau diisolasi dikandang agar tidak menular ke hewan ternak (sapi) lainnya.

“Hewan ternak yang terindikasi PMK nantinya dikarantina dikandang, setelah itu dilakukan pengobatan hingga sembuh dengan pemberian vitamin dan obat-obatan”, terangnya.

Adapun ciri-ciri ternak sapi tertular PMK yakni demam tinggi, hipersalivasi atau keluar air liur banyak dari mulut, lepuh pada gusi, lidah, dan mulut sapi seperti sariawan. Teracak atau kuku kaki terlihat ada nodul dan akan mengalami kepincangan hingga kadang kuku terkelupas dan sapi ambruk, sapi gemetaran atau tremor. Penyakit ini biasanya menyerang binatang ternak seperti sapi, kerbau, kambing dan babi.

Pada inspeksi tadi siang di tempat peternakan di Desa Pucunglor, Kecamatan Ngantru tidak ditemukan sapi yang terindikasi PMK.

Dalam kesempatan ini juga diserahkan bantuan desinfektan oleh Bupati Tulungagung dan juga dilakukan penyemprotan desinfektan oleh URC Penyakit Hewan Menular Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung. (prn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Alert: Baca Boleh, Coppas Jangan - Berkaryalah Semampu Anda 🤓