loader image
Beri Rasa Aman Umat Kristiani Laksanakan Misa Kenaikan Isa Al-Masih, Polres Tulungagung Sterilisasi Sejumlah GerejaPatroli Blue Light Polres Tulungagung Amankan 13 R2 dan 25 Remaja Yang Akan Balap LiarKapolres bersama Dandim 0807 Tulungagung Blusukan Cek Ketersediaan Minyak GorengPerluas Kerjasama Perdagangan, Gubernur Khofifah Bertekad Tingkatkan Jejaring Konektivitas Antar DaerahUnit Reskrim Polsek Besuki Polres Tulungagung Bekuk Pengedar Pil Koplo Saat Transaksi Dipinggir Jalan
banner 728x250

Pasca KDRT yang Mengakibatkan Istri Meninggal Dunia, T Suami Korban Ditangkap Polsek Rejotangan

Pasca KDRT yang Mengakibatkan Istri Meninggal Dunia, T Suami Korban Ditangkap Polsek Rejotangan

banner 468x60

TULUNGAGUNG.AZMEDIA.CO.ID – Setelah pisah ranjang hingga 15 tahun, tidak membuat pasangan T dan R membaik. Pada Selasa (29/03/2022) sekitar pukul 19.30 WIB, menjadi puncak percekcokan suami istri (pasutri) tersebut.

Selain pisah ranjang, pasutri asal Dusun Krajan, Desa Tenggong, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung tersebut, juga pisah rumah.

banner 325x300

Percekcokan pasutri tersebut, terkait sebidang tanah yang akan dibagi 2 untuk kedua anaknya oleh T.

Kapolsek Rejotangan AKP Hery Purwanto, SH melalui Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nenny Sasongko mengatakan, awalnya, pelaku penganiayaan berinisial T yang tidak lain adalah suami korban, mendatangi rumah korban untuk meminta tanda tangan surat persetujuan terkait pembagian tanah tersebut.

“Namun korban enggan untuk menandatangani surat persetujuan tersebut. Sehingga, terjadi percekcokan keduanya. Karena amarah yang tidak terkendali, T menarik korban hingga teras rumah,” ucapnya.

Karena tarikan pelaku, korban yang terjatuh dengan posisi miring, hingga kepalanya membentur lantai.

Akibat kejadian tersebut, akhirnya korban meninggal dunia di lokasi.

Tak berselang lama, Unit Reskrim Polsek Rejotangan yang mendapatkan informasi tersebut, segera mendatangi lokasi dan menangkap pelakunya.

Tim Inafis Polres Tulungagung turut serta hadir, guna melakukan olah TKP dan juga untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit.

Tentunya, hal ini akan menjadi penyesalan bagi T yang kini telah berusia 70 tahun.

“Atas perbuatannya yang membuat korban meninggal dunia, pelaku akan dijerat dengan Pasal 44 ayat 3 Jo pasal 5 huruf a UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT),” pungkas Iptu Nenny Sasongko (Parno)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.