azmedia
×
Swipe up untuk membaca artikel

Ingin membaca berita tanpa iklan?

Buka di aplikasi AZMEDIA

INSTALL
Opini  

Merdeka Hanya Untuk Penguasa

20220708 150808 Merdeka Hanya Untuk Penguasa

Sebentar lagi Bangsa Indonesia memperingati HUT Kemerdekaannya yang ke-77. Dalam bentangan waktu yang cukup panjang itu, tidak semua rakyat Indonesia telah menikmati hasil kemerdekaan itu.

Presiden pertama Indonesia, Ir.Soekarno pernah berujar,

Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, Namun Perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri

Apakah teman-teman pernah membaca tentang ungkapan presiden Soekarno itu ? Dan apa maksud dari ucapan beliau ?

Ya, Sekarang kita benar-benar merasakannya.

Terang dalam gelap yang menunjukan harapan.
Hembus angin ditengah terik berbaukan ketenangan atas ibu pertiwi yang agung dan tak pandang harkat, dimana rakyat dan kaum bawah diberi posisi yang layak.

Namun sangat disayangkan….
Realita semacam itu seakan telah diharamkan untuk ada di masa kini, sebab pangkat dan jabatan telah merusak moral kehidupan dan menganggap menghina rakyat dan kaum bawah dengan harta yang banyak, sedangkan mereka dilanda kesusahan.

Ya, mereka memang rakyat dan kaum bawah yang tak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan penguasa dan pemerintah yang punya pangkat dan jabatan.
Namun setidaknya mereka masih punya harga diri yang harus mereka jaga, tidak seperti penguasa yang tak tau malu telah menginjak-injak hak mereka.

Pada saat ini, Mereka tak pernah dihiraukan, mereka kalian anak tirikan dan mereka tak pernah kalian perhatikan. Hak mereka kalian hilangkan, Namun kalian tetap menuntut mereka untuk selalu melakukan kewajiban meraka terhadap kalian.

Hanya dengan bermodalkan umbar janji saja mereka percaya, sebab mereka yakin dengan kualitas politik yang hanya sebatas janji yang kalian utarakan akan diiplementasikan secara nyata.
Namun hari ini bagaimana realitanya ?
Ya, silahkan dijawab sesuai  perspektif masing-masing. !!!

Dengan kepalsuan dan kebohongan yang telah anda ciptakan, masihkah pantas menyebut diri kalian sebagai kaum terpandang.? Tidak, sebab kalian hanya sebatas kaum hina dan kaum yang tidak tau malu dihadapan ibu pertiwi.

Masih layakkah kalian dipanggil sebagai seorang pemimpin. ? sedangkan kalian hanyalah orang waras yang telah diperbudak oleh kekuasaan dan jabatan.

Apalah arti dari sila kelima yang berbunyi :

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Dengan simbol padi dan kapas yang dijadikan sebagai dasar keadilan.

Keadilan yang mana dan seperti apakah itu ? Keadilan itu hanya untuk penguasakah, Atau bagaimana ?
Kenapa simbol padi dan kapas itu tidak kalian rubah menjadi gambar kepala penguasa ?

Kenapa kesejahteraan dan keadilan tak pernah mereka rasakan ?
Mereka terus tenggelam dalam lautan penderitaan.
Roti kemiskinan selalu mereka kenyam.
Semua itu seakan-akan telah bersemayam dalam keseharian mereka.
Mereka merindukan kehidupan yang tentram walau itu hanya sebatas mimpi dalam bunga tidur mereka.

Negara kita adalah negara hukum, yang dimana kekuasaan itu berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Equality Before The Law
Dan setiap warga negara itu sama dimata hukum.

Diperkuat putusan MK dalam “Pasal 27 ayat (1) UUD 1945″ yg menekankan asas persamaan kedudukan antara pejabat dan warga negara dihadapan hukum.

Untuk mencapai keseimbangan hak dan kewajiban, yaitu dengan cara mengetahui posisi diri sendiri. Sebagai warga negara kita harus tau hak dan kewajiban kita. Seorang pejabat dan pemerintah pun harus tau akan hak dan kewajibannya.

Pasal 28 UUD 1945 mencerminkan bahwa Negara kita adalah negara yang bersifat demokrasi. Artinya pejabat dan pemerintah harus siap hidup setara dengan rakyat. Yaitu dengan menjalankan hak dan kewajiban dengan seimbang. Dan harus selalu memperhatikan rakyat-rakyat kecil yang minim mendapatkan kepedulian.

Kita rindu pejabat yang penuh teladan, yg memimpin bukan demi kekayaan.
Dipundak pemimpin yang bebas korupsi, disitulah masa depan negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.