Menyiapkan Generasi Digital: Depok Dorong Pembelajaran AI dan Coding di Sekolah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA — Wacana memasukkan kecerdasan buatan (AI) dan coding ke ruang kelas dinilai menjadi langkah penting untuk menyiapkan generasi Indonesia yang siap menghadapi perubahan dunia kerja. Di Depok, DPRD mendorong agar pembelajaran berbasis teknologi ini tidak berhenti sebagai program simbolik, melainkan benar-benar membentuk keterampilan baru yang dibutuhkan pelajar di era digital.

Seorang pimpinan di Komisi D DPRD Kota Depok menilai, pengenalan AI sejak dini dapat memperkuat literasi digital siswa sekaligus menumbuhkan kemampuan berpikir komputasional—keterampilan yang kini semakin dicari lintas profesi. Ia menekankan, teknologi AI sudah bukan lagi sekadar tren, melainkan mulai menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari di berbagai sektor.

“Sekolah harus bergerak seiring perkembangan zaman. AI sudah hadir di banyak bidang, sehingga anak-anak perlu dikenalkan sejak awal,” ujarnya dalam keterangan, Selasa (6/1/2026).

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dorongan tersebut, menurutnya, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci daya saing global. Literasi teknologi—termasuk pemahaman dasar AI—dipandang sebagai salah satu bekal agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu memahami cara kerja teknologi dan memanfaatkannya secara produktif.

Baca Juga :  Fenomena Langit Januari 2026: Supermoon hingga Hujan Meteor

Namun, ia mengingatkan bahwa penerapan kurikulum berbasis AI bukan pekerjaan instan. Ada sejumlah tantangan yang perlu disiapkan sejak awal, mulai dari kesiapan guru, ketersediaan perangkat dan jaringan, hingga penyesuaian metode pembelajaran agar materi tidak menjadi beban baru bagi sekolah.

“Implementasinya jelas tidak mudah. Tapi kalau disiapkan bertahap dan terukur, hasilnya bisa jauh lebih nyata,” tambahnya.

Karena itu, DPRD mendorong pemerintah daerah bersama dinas pendidikan untuk menyusun kerangka kebijakan dan peta jalan penerapan pembelajaran AI dan coding. Tujuannya agar transformasi pendidikan berjalan konsisten, terarah, dan bisa diukur dampaknya—misalnya melalui pelatihan guru, modul ajar yang relevan, serta dukungan infrastruktur yang merata.

Baca Juga :  Menjelang Hari Tenang, Bawaslu Kelimpungan Turunkan Semua APK di Tulungagung

Sebagai informasi, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menetapkan coding dan AI sebagai mata pelajaran pilihan dalam kurikulum mulai tahun ajaran 2025/2026. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Mendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025. Penerapannya dilakukan bertahap, dimulai untuk kelas 5 SD/sederajat, kelas 7 SMP/sederajat, dan kelas 10 SMA/sederajat.

Di tengah cepatnya perubahan teknologi, langkah ini diharapkan menjadi titik awal pembelajaran yang lebih relevan: sekolah tidak hanya mengajarkan hafalan, tetapi juga membekali siswa kemampuan memecahkan masalah, memahami logika, dan beradaptasi dengan kebutuhan masa depan. Jika dikerjakan serius—dengan guru yang siap, sarana yang memadai, dan roadmap yang jelas—kelas AI dan coding berpeluang menjadi pintu pembuka lahirnya generasi yang lebih percaya diri menghadapi era digital.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konsisten Kelola Sampah, Kampung di Surabaya Tembus ProKlim Lestari Tingkat Nasional
Langkah Kecil, Dampak Besar: Kecamatan Bandung Tulungagung Beralih ke Buku Tamu Digital
Dari Tunai ke Nontunai: Pedagang Pasar di Tulungagung Mulai Andalkan QRIS
Dari Sampah Jadi Berkah: Cara Panggungharjo Menyalakan Ekonomi Warga
Dari Dapur Palembang ke Pasar Dunia: Strategi Produk Pempek Halal Tembus Ekspor
Investasi di Tulungagung Diproyeksi Naik 2026, Perikanan Kian Jadi Magnet
Petani Jamur Tiram di Kota Kediri Jadi Sorotan Srikandi DKPP, Budidaya Baglog Raup Jutaan Rupiah per Bulan
Parkir Berlangganan, Langkah Baru Tulungagung Dorong PAD Tembus Rp10 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:49 WIB

Konsisten Kelola Sampah, Kampung di Surabaya Tembus ProKlim Lestari Tingkat Nasional

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:52 WIB

Langkah Kecil, Dampak Besar: Kecamatan Bandung Tulungagung Beralih ke Buku Tamu Digital

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:27 WIB

Dari Tunai ke Nontunai: Pedagang Pasar di Tulungagung Mulai Andalkan QRIS

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:40 WIB

Dari Sampah Jadi Berkah: Cara Panggungharjo Menyalakan Ekonomi Warga

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:24 WIB

Dari Dapur Palembang ke Pasar Dunia: Strategi Produk Pempek Halal Tembus Ekspor

Berita Terbaru