loader image
Tekan Angka Kenakalan Remaja, Polres Tulungagung Giatkan Program Police Goes to SchoolPolisi Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi di Pati, Kabareskrim : Kasus Terbesar Sepanjang 2022Antisipasi Korban Tenggelam di Kolam Ikan Bertambah, Polres Tulungagung Himbau Pasang Jaring PengamanPolri Terapkan Restorative Justice dalam Kasus Dugaan Pencurian 40 Petani di MukomukoSilaturrahmi dengan Masyarakat Jatim di Babel, Gubernur Perkuat Pasar Antar daerah
banner 728x250

Menunggu Pelanggan Dipinggir Jalan, Pemuda Asal Ngantru Dibekuk Unit Reskrim Polsek Kedungwaru

Menunggu Pelanggan Dipinggir Jalan, Pemuda Asal Ngantru Dibekuk Unit Reskrim Polsek Kedungwaru

banner 468x60

TULUNGAGUNG.AZMEDIA.CO.ID – Unit Reskrim Polsek Kedungwaru berhasil meringkus seorang tersangka pengedar Pil double L di pinggir jalan, masuk Dusun Dwi Wibowo, Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru. Sabtu (02/04/2022) sekira pukul 19.00 WIB.

Tersangka pengedar Pil Double L yang berhasil dibekuk, berinisial MF (19) laki laki asal Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung.

banner 325x300

Kapolsek Kedungwaru AKP Edy Santoso, SH melalui Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Anshori SH mengatakan, penangkapan berawal saat Kanit Reskrim Polsek Kedungwaru Ipda Bambang K, S.H, mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di pinggir jalan terdapat seorang pengedar Pil Double L.

“Sesuai dengan informasi tersebut, Kanit Reskrim Polsek Kedungwaru bersama anggota, melakukan pengintaian. Alhasil, pengedar Pil Double L tersebut disergap sesaat akan bertransaksi,” ucap Kasi Humas, Minggu (03/04/2022) pagi.

Pelaku tidak dapat mengelak, setelah dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa Pil Double L.

“Barang bukti yang berhasil diamankan yakni, 60 (Enam puluh) butir pil double L warna putih, 1 buah HP , 1 buah bukus rokok, sepeda motor dan uang tunai sebesar Rp. 200.000,- (Dua ratus ribu rupiah) hasil penjualan pil double L,” ungkap Iptu Anshori SH.

Selanjutnya MF beserta barang bukti dibawa ke Mapolsek Kedungwaru, guna dilakukan proses lebih lanjut.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 197 jo pasal 106 ayat (1) sub pasal 196 jo pasal 98 ayat (2) UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan jo pasal 60 ke 10 UU RI No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja,” pungkasnya. (Parno)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.