AZMEDIA — Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mulai menyusun peta arah kebijakan investasi untuk tahun 2026. Langkah ini ditempuh untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah lewat sektor-sektor yang selama ini terbukti paling kuat menopang realisasi penanaman modal.
Mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), target nilai investasi yang dipatok masuk ke Tulungagung pada 2026 diproyeksikan mencapai Rp 546 miliar. Angka ini menandai tren yang tetap positif, meski peningkatannya tergolong moderat bila dibandingkan target tahun berjalan, dengan selisih kenaikan sekitar Rp 1 miliar.
Penetapan target yang tidak agresif disebut sebagai bagian dari pendekatan realistis agar capaian di lapangan lebih mudah dikawal. Pemerintah daerah memilih menjaga konsistensi dan memastikan target dapat direalisasikan secara maksimal, sejalan dengan kondisi dan potensi riil di wilayahnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk peta kekuatan sektor, perikanan masih menjadi andalan utama yang paling stabil dalam menarik minat investor. Dukungan potensi alam, ketersediaan ekosistem usaha, serta aktivitas ekonomi yang sudah terbentuk membuat sektor ini dinilai paling konsisten menyumbang capaian investasi tertinggi dibanding sektor lain.
Sementara itu, sektor industri dan UMKM disebut terus menunjukkan geliat dan berada di jajaran atas, disusul sektor perdagangan dan pertanian yang kerap berganti posisi berdasarkan evaluasi per triwulan. Fluktuasi ini umumnya dipengaruhi perubahan kondisi pasar maupun musim.
Meski perikanan tercatat dominan dalam tiga tahun terakhir sejak 2022, data terbaru menunjukkan adanya dinamika yang menarik. Pada triwulan III 2025, sektor perdagangan eceran sempat melampaui perikanan. Pergeseran tersebut menjadi sinyal bahwa iklim investasi di Tulungagung mulai bergerak lebih beragam, membuka peluang bagi sektor-sektor lain untuk ikut tumbuh dan memperluas kontribusi.
Dengan target yang terukur dan fokus pada potensi unggulan, Tulungagung berupaya menjaga momentum peningkatan investasi agar tidak berhenti sebagai angka semata. Jika konsistensi perikanan dipadukan dengan penguatan industri, UMKM, dan perdagangan, pertumbuhan investasi dapat menjadi jalan pembuka bagi terciptanya lapangan kerja, meningkatnya pendapatan masyarakat, serta optimisme baru bagi ekonomi daerah.













