loader image

Gelapkan Uang Ratusan Juta, Marketing Bank Swasta di Tulungagung Dijebloskan ke Penjara

  • Bagikan

 

TULUNGAGUNG.AZMEDIA.CO.ID-Diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang ratusan juta rupiah milik nasabahnya, seorang pria yang bekerja sebagai marketing Bank swasta yang berkantor cabang  di wilayah Tulungagung, akhirnya harus mendekam di sel tahanan Mapolres Tulungagung.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP. Christian Kosasih, melalui Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu. Nenny Sasongko, dalam keterangan pers nya secara tertulis kepada awakmedia, Jumat, (19/11/2021), membenarkan adanya kejadian tersebut.

Kasi Humas Polres Tulungagung menyebut, pelaku berinisial ADP (28) alamat Dusun Winongsari Kulon, Desa Bakal, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.

“Benar, pelaku telah ditangkap anggota Unit Pidum Satreskrim pada Kamis (18/11/2021) sekira pukul 09.00 WIB di wilayah Tulungagung,” terangnya.

Lebih lanjut disampaikan Kasi Humas, setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan pelaku ADP diketahui pada Rabu (20/01/2021).

Saat itu pelaku sebagai Marketing di sebuah Bank Swasta di wilayah Tulungagung menawarkan program Deposito Permata Mobile X kepada Nasabah, yang mana pelaku saat melakukan pendaftaran Permata Mobile X telah memasukkan nomor PIN, password, dan No Handphone yang sudah disiapkan pelaku dengan menggunakan Handphone miliknya.

Dan setelah Nasabah tersebut sudah berhasil ter register Permata Mobile X, kemudian nasabah diantar pelaku ke kantor cabang Bank yang berada di Tulungagung guna pembukaan rekening baru dan penyetoran uang.

Selanjutnya, setelah uang nasabah berada di dalam rekening, pelaku memberikan 1 (satu) lembar Deposito fiktif kepada nasabah, kemudian pelaku mulai mengambil atau mengalihkan uang di dalam rekening milik nasabah tersebut dengan menggunakan Aplikasi Permata Mobile X di handphone milik pelaku.

Akibat dari kejadian tersebut pihak Bank mengalami kerugian sebesar Rp. 430.000.000,- (empat ratus tiga puluh juta rupiah).

“Dalam menjalankan aksinya pelaku saat melakukan pendaftaran program deposito Permata Mobile X kepada nasabah memasukkan nomor PIN, password, dan No Handphone yang sudah disiapkan oleh pelaku dengan menggunakan handphone miliknya sendiri padahal sesuai aturan pihak Bank tidak diperbolehkan,” ungkap Kasi Humas.

Selain mengamankan pelaku, anggota Satreskrim Polres Tulungagung juga mengamakan sejumlah barang bukti berupa, Surat Perjanjian Kerja, Kartu ATM, 1 buah Handphone, 1 buah Laptop dan 4 Lembar mutasi Rekening Nasabah.

“Atas perbuatannya kini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar UU RI nomor 10 tahun 1988 tentang perubahan atas UU Nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan pasal 49 ayat 2 huruf b Junto 378 dan atau 372 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara,” pungkasnya. (Gus/Im).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!