Fenomena Puting Beliung Terjang Tulungagung, BMKG Ungkap Penyebabnya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 11 Januari 2026 - 15:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA – Fenomena angin puting beliung yang muncul di langit Kecamatan Ngunut, Tulungagung, mendadak menyita perhatian publik setelah rekamannya beredar luas di media sosial. Dalam video yang viral tersebut, tampak awan gelap membentuk pusaran menyerupai ekor memanjang dan berputar di udara, memicu kepanikan warga yang menyaksikannya secara langsung.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (9/1) sekitar pukul 12.00 WIB. Meski pusaran angin terlihat cukup jelas dan dramatis, fenomena tersebut tidak sampai menyentuh permukaan tanah. Beberapa saat kemudian, pusaran perlahan menghilang tanpa menimbulkan kerusakan fisik. Kendati demikian, kejadian itu tetap mengundang perhatian luas warganet karena visualnya yang menegangkan.

Baca Juga :  Menkominfo Deteksi Daerah 'Low' Sinyal, Hitung Suara Pemilu Aman

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG Dhoho, Lukman Soleh, menjelaskan bahwa fenomena awan berekor yang menyerupai puting beliung berkaitan erat dengan pembentukan awan kumulonimbus.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh pemanasan suhu permukaan yang cukup tinggi pada siang hari, terutama saat puncak musim hujan. Udara panas yang naik secara cepat bertemu dengan massa udara dingin di lapisan atas atmosfer, sehingga menciptakan ketidakstabilan udara.

“Ketika udara panas naik dengan kuat akibat penguapan tinggi, lalu bertemu udara dingin di atas, dapat terbentuk pusaran angin berkecepatan tinggi dengan durasi relatif singkat,” jelas Lukman, Sabtu (10/1/2026).

Baca Juga :  Pengguna Parkir TJU Dipungut Rp5.000, Dishub Tulungagung Nyatakan Parkir Ilegal

Ia menambahkan, kejadian angin puting beliung umumnya bersifat lokal, namun memiliki potensi merusak apabila menyentuh permukaan tanah. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat cuaca terasa panas terik dan muncul awan gelap menjulang tinggi.

“Masyarakat sebaiknya segera mencari tempat berlindung yang kokoh jika melihat tanda-tanda awan pekat berbentuk seperti kembang kol, guna menghindari risiko tertimpa material bangunan atau pohon tumbang,” imbaunya.

BMKG mengingatkan agar warga tetap tenang, tidak panik berlebihan, dan selalu memantau informasi cuaca resmi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PHK Tak Mematahkan Langkah: UMKM Besek Bambu Jombang Kini Kirim ke Luar Negeri
Konsisten Kelola Sampah, Kampung di Surabaya Tembus ProKlim Lestari Tingkat Nasional
Langkah Kecil, Dampak Besar: Kecamatan Bandung Tulungagung Beralih ke Buku Tamu Digital
Dari Tunai ke Nontunai: Pedagang Pasar di Tulungagung Mulai Andalkan QRIS
Menyiapkan Generasi Digital: Depok Dorong Pembelajaran AI dan Coding di Sekolah
Dari Sampah Jadi Berkah: Cara Panggungharjo Menyalakan Ekonomi Warga
Dari Dapur Palembang ke Pasar Dunia: Strategi Produk Pempek Halal Tembus Ekspor
Investasi di Tulungagung Diproyeksi Naik 2026, Perikanan Kian Jadi Magnet

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:19 WIB

PHK Tak Mematahkan Langkah: UMKM Besek Bambu Jombang Kini Kirim ke Luar Negeri

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:49 WIB

Konsisten Kelola Sampah, Kampung di Surabaya Tembus ProKlim Lestari Tingkat Nasional

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:52 WIB

Langkah Kecil, Dampak Besar: Kecamatan Bandung Tulungagung Beralih ke Buku Tamu Digital

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:27 WIB

Dari Tunai ke Nontunai: Pedagang Pasar di Tulungagung Mulai Andalkan QRIS

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:40 WIB

Dari Sampah Jadi Berkah: Cara Panggungharjo Menyalakan Ekonomi Warga

Berita Terbaru