loader image
Tekan Angka Kenakalan Remaja, Polres Tulungagung Giatkan Program Police Goes to SchoolPolisi Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi di Pati, Kabareskrim : Kasus Terbesar Sepanjang 2022Antisipasi Korban Tenggelam di Kolam Ikan Bertambah, Polres Tulungagung Himbau Pasang Jaring PengamanPolri Terapkan Restorative Justice dalam Kasus Dugaan Pencurian 40 Petani di MukomukoSilaturrahmi dengan Masyarakat Jatim di Babel, Gubernur Perkuat Pasar Antar daerah
banner 728x250

Dinkes Tulungagung Gelar Sosialisasi BTM Bagi Pelaku Usaha IRTP

Dinkes Tulungagung Gelar Sosialisasi BTM Bagi Pelaku Usaha IRTP

banner 468x60

TULUNGAGUNG.AZMEDIA.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung dalam rangka memberikan pemahaman serta pengarahan terkait bahan tambahan pangan yang tepat, menggelar kegiatan sosialisasi Bahan Tambahan Pangan (BTP) bagi pelaku usaha industri rumah tangga pangan (IRTP).

Kegiatan sosialisasi yang bertempat di Barata Convention Hall tersebut, menghadirkan narasumber dari Teknologi Pangan Universitas Widya Mandala Surabaya dan diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai forum pelaku usaha pangan di Tulungagung diantaranya, UMKM, Forum IKM, Sahabat UMKM, Kreator 88, Wira Usaha Muda, Bina usaha pangan, mengikuti sosialisasi BTP.

banner 325x300

Sosialisasi bertujuan agar makanan yang beredar di masyarakat aman untuk dikonsumsi dan bermanfaat bagi kesehatan.

Kasi Farmasi dan Perbekalan Medis Dinkes Tulungagung, Masduki menyampaikan, bahan tambahan pangan diibaratkan bagaikan pedang bermata dua.

Yang mana menurutnya dapat diartikan, di satu sisi sangat bermanfaat di sisi lain dapat menjadi racun kalau salah menggunakan dosis.

“Bahan tambahan pangan yang tepat dapat menjadikan bahan yang sangat bermanfaat dalam proses produksi pangan, meningkatkan aneka cita rasa, bentuk serta kwalitas pangan,” ucap Masduki, Kamis (10/03/2022).

“Namun demikian, jika penggunaan Bahan Tambahan Pangan yang tidak tepat juga bisa berdampak buruk terhadap kesehatan,” sambungnya.

Selanjutnya Masduki menjelaskan, penggunaan yang melebihi ADI atau MTDI dengan berbagai alasan, diantaranya ketidaktahuan juga kurang sarana pengukuran yang menjadikan para industri rumah tangga menggunakan BTP melebihi ambang batas yang di tetapkan.

“Dengan adanya hal tersebut, maka Dinkes Tulungagung melakukan sosialisasi penggunaan BTP pada IRTP yang diikuti oleh Pelaku Usaha IRTP,” ungkap Masduki.

Lebih lanjut, Masduki juga berharap, dengan adanya sosialisasi ini, para pelaku usaha dapat menggunakan BTP dengan tepat.

“Sehingga, makanan yang beredar di masyarakat aman untuk dikonsumsi dengan cita rasa kemasan yang menarik dan memberi manfaat bagi kesehatan,” pungkasnya. (Prn)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.