loader image
Hadiri Pembukaan PPAP 2022, Emil Dardak : Sampaikan Salam Hangat ke Seluruh Penjuru IndonesiaTerima Penghargaan MKK, Arumi: Semoga Menjadi Semangat Baru Dalam Penurunan Angka Stunting JatimPlt Gubernur Jatim Emil Dardak Himbau Peternak KooperatifJalin Silaturahmi dan Sinergisitas,DPP PKP Banten  Sambangi DPN PKP PusatPlt Bupati Nganjuk Lakukan Panen Perdana Udang Tambak Milik PT CIG.
IPRoyal.com
IPRoyal.com

Dinkes Tulungagung Gelar Bimtek Bagi Petugas Pengelola Fasilitas Kefarmasian

Dinkes Tulungagung Gelar Bimtek Bagi Petugas Pengelola Fasilitas Kefarmasian

TULUNGAGUNG.AZMEDIA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Kesehatan Tulungagung menyelenggarakan Bimbingan Teknis bagi petugas pengelola kefarmasian se – Kabupaten Tulungagung, bertempat di Crown Victoria Hotel. Rabu (18/05/2022).

“Kegiatan ini lebih diarahkan untuk pembinaan dan pengawasan sesuai Peraturan Badan POM No 24 tahun 2021 tentang pengawasan Obat Bahan Obat Narkotika, Psikotropika, Prekusur dan Obat Obat tertentu (OOT) pengganti Peraturan Badan POM No 4 tahun 2018”, ungkap Kabid. Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Tulungagung dr. Agus Suprapto dalam paparannya.

Lebih lanjut, dr. Agus Suprapto menjelaskan, kegiatan bimtek ini dilatar belakangi atas permenkes nomor 34 tahun 2021 tentang Standar Kefarmasian di Klinik dan Permenkes No 26 tahun 2020 tentang Standar Kefarmasian di Puskesmas.

“Seiring penyesuaian dengan kebutuhan hukum antara lain deregulasi ketentuan yang sulit implementasi, penjelasan ketentuan yang multi tafsir, dan harmonisasi dengan peraturan lain,serta terbitnya standar pelayanan kefarmasian”, terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Kabid SDK Dinkes Tulungagung menyampaikan pesan dengan slogan “No Farmasi No Service” bisa menjadi salah satu sarana bahwa kemanfaatan apoteker sudah mulai dirasakan oleh masyarakat.

Dalam kegiatan Bimtek ini juga disampaikan sosialisasi tentang permenkes no 3 tahun 2021 tentang Perubahan Penggolongan, Pembatasan, dan Kategori Obat. Dimana apoteker mempunyai kewenangan menyerahkan obat daftar G kepada masyarakat.

“Dengan adanya perubahan penandaan obat daftar G maka tidak serta merta obat dapat diserahkan dengan resep dokter tetapi masih ada kewenangan apoteker dalam mengeluarkan obat yang diberikan sesuai dengan peraturan yang berlaku”, pungkas dr. Agus.

Kegiatan bimbingan teknis dan sosialisasi, diikuti 100 peserta petugas penanggung jawab sarana kefarmasian (Saryanfar) khususnya apotek. (prn)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.