loader image

De Tjolomadoe, Bangunan Bersejarah Eks Pabrik Gula Yang di Kembangkan Menjadi Tempat Wisata Cagar Budaya Kota Solo

  • Bagikan

 

JATENG.AZMEDIA.CO.ID -Hari Minggu seringkali digunakan untuk bersantai, bercengkerama, liburan bersama sahabat atau keluarga, wisata cagar budaya museum De Tjolomadoe menjadi salah satu pilihan destinasi wisata di kota Surakarta yang wajib dikunjungi.

De Tjolomadoe ternyata memiliki sejarah kuat dibaliknya yang menarik untuk ditelusuri. Tempat ini memiliki sejarah 160 tahun. Setibanya di halaman De Tjolomadoe dengan pelataran parkir yang cukup luas, kami disuguhi bangunan megah eks pabrik gula yang jaya pada masanya, sekarang sudah direnovasi dan dikembangkan sebagai tempat wisata museum cagar budaya kota Surakarta.

Kawasan ini berada di bagian barat kota Surakarta yakni daerah Malangjiwan, Colomadu, kabupaten Karanganyar. Berada di pinggir jalan utama menuju Bandara Adi Soemarmo. Bagi wisatawan berasal dari arah kota bisa mengarahkan kendaraan menuju perempatan Manahan. Bila berangkat dari arah terminal tirtonadi Solo, wisatawan harus belok kearah kanan. Jalan terus sekitar 1 kilometer.

Di dalam ruangan kami disambut oleh seorang pemandu wisata yang khusus disediakan untuk para pengunjung museum. Pemandu wisata menjelaskan, mulai dari sejarah berdirinya pabrik gula Colomadu, berjalannya proses produksi gula, saat masa kejayaannya, sampai dengan berhenti berproduksinya pabrik gula (tahun 1998) dan renovasi pabrik gula di alihfungsi menjadi museum wisata cagar budaya De Tjolomadoe sekarang ini.

Pemandu wisata menjelaskan, pabrik gula Colomadu ini dibangun pada tahun 1861 oleh KGPAA Mangkunegaran IV, dengan harapan untuk mensejahterakan rakyatnya. Pembangunan pabrik gula Colomadu ini membutuhkan dana sebesar 400.000 gulden. Asal kata Colomadu adalah colo artinya gunung, madu itu manis/gula artinya bahwa pabrik gula Colomadu dapat menghasilkan gula yang banyak untuk rakyatnya.

Museum De Tjolomadoe dibagi ke dalam beberapa bagian. Pada saat masuk museum, pengunjung diperlihatkan alat penggilingan tebu yang umurnya sudah ratusan tahun. Mesin berwarna abu-abu ini memiliki ukuran yang luar biasa besar. Mesin yang sudah berusia ratusan tahun ini dikelilingi dengan tembok kaca. Selanjutnya kami masuk ke ruangan museum yang berada di sisi sebelah Barat alat penggilingan tebu.

Di dalam museum De Tjolomadoe juga dilengkapi ruangan café yang menyediakan makanan minuman bagi pengunjung yang ingin santai sejenak, kios yang menyediakan aneka souvenir dan produk dari De Tjolomadoe sebagai cindera mata. Selain itu di dalam museum juga terdapat ruangan hall tempat pagelaran acara.

Setelah keluar dari gedung museum, kami duduk-duduk santai di bangku taman dengan hiasan lampu bergaya Eropa, halaman museum yang sangat luas dengan pemandangan yang asri menyejukkan.

De Tjolomadoe atau Pabrik Gula Colomadu ini layak kalian kunjungi, baik untuk tujuan wisata pendidikan dan sejarah maupun wisata foto-foto karena arsitektur eks Pabrik Gula Colomadu sangat menarik buat berfoto. (Prn)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!