Dari Sampah Jadi Berkah: Cara Panggungharjo Menyalakan Ekonomi Warga

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AZMEDIA — Di banyak wilayah, sampah masih dianggap urusan yang harus cepat disingkirkan: diangkut dari rumah, lalu berakhir di TPA. Praktiknya seolah selesai ketika truk pergi. Tetapi di Panggungharjo, Bantul—Yogyakarta, cara pikir itu dibalik. Sampah tidak disapu ke belakang layar, melainkan diperlakukan sebagai sumber daya: dipilah sejak awal, diproses dengan sistem, dan diubah menjadi nilai ekonomi yang dapat dirasakan warga.

Dari pengalaman desa ini, terlihat jelas bahwa persoalan lingkungan tidak selalu harus menjadi beban. Dengan strategi yang tepat, ia justru bisa menjadi pintu masuk pembangunan desa yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.

Wilayah Padat, Tantangan Harus Dihadapi dengan Cara Baru

Panggungharjo merupakan wilayah dengan penduduk yang besar dan aktivitas rumah tangga yang padat. Konsekuensinya, timbulan sampah juga tinggi. Jika penanganan masih mengandalkan pola lama—kumpul, angkut, buang—maka yang terjadi hanya memindahkan persoalan dari satu titik ke titik lain.

ADVERTISEMENT

banner 480x600

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, sampah dipandang sebagai isu strategis yang berdampak langsung pada kualitas hidup: kesehatan keluarga, kebersihan lingkungan, hingga biaya sosial yang harus ditanggung bersama.

Mengubah Sampah Menjadi Agenda Pembangunan

Yang membuat Panggungharjo menonjol bukan hanya karena punya layanan persampahan, melainkan karena menjadikan pengelolaan sampah bagian dari arah kebijakan desa. Warga dibiasakan memilah sampah dari rumah, sementara desa menyiapkan skema layanan dan pengolahan agar sampah tidak tercampur kembali.

Baca Juga :  Panen Raya di Tulungagung Mundur, Diduga jadi Penyebab Harga Beras Naik

Pendekatan ini memerlukan kerja jangka panjang: edukasi yang sabar, aturan yang konsisten, serta keterlibatan warga yang terus dijaga. Namun hasilnya lebih kokoh, karena program tidak bergantung pada “momen”, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan sosial.

BUMDes sebagai Penggerak Ekonomi Sirkular

Sistem pengelolaan sampah dijalankan melalui BUMDes Panggung Lestari, yang mengelola unit-unit pengolahan persampahan secara profesional. Sampah organik ditangani menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik disortir, dipadatkan, lalu disalurkan ke jalur industri daur ulang.

Dengan pola kerja seperti ini, volume sampah yang berpotensi menuju TPA dapat ditekan besar-besaran. Artinya, desa tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi berbasis pengelolaan material.

Dari sisi pendapatan, pengelolaan sampah tidak berhenti sebagai program “sosial”, melainkan berkontribusi pada perputaran ekonomi BUMDes. Pendapatan yang tercatat dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bisa menjadi sektor usaha yang serius, sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga setempat.

Dampak Nyata: Lingkungan Lebih Sehat, Manfaat Kembali ke Warga

Perubahan dapat dilihat di keseharian masyarakat: lingkungan lebih bersih, layanan persampahan lebih teratur, serta beban pengelolaan lebih terkendali. Yang tak kalah penting, keuntungan usaha desa dapat digunakan kembali untuk program sosial dan pemberdayaan, sehingga manfaatnya tidak berhenti di laporan, tetapi kembali ke masyarakat.

Baca Juga :  Rumah Ketua KPPS Pamekasan Dilempari Bahan Peledak

Dalam situasi ketika desa sering disorot soal efektivitas penggunaan kewenangan, Panggungharjo justru menunjukkan contoh: tata kelola yang rapi bisa melahirkan pelayanan publik yang kuat sekaligus produktif.

Kuncinya Ada pada Tata Kelola dan Konsistensi

Keberhasilan semacam ini tidak datang tiba-tiba. Ia membutuhkan kepemimpinan yang berani mengambil keputusan, perencanaan yang berbasis data, serta disiplin dalam menjalankan sistem. Pemerintah desa berperan merumuskan arah kebijakan, sementara BUMDes bergerak sebagai pengelola operasional yang bekerja dengan standar yang jelas.

Model ini membuat program mampu berjalan stabil, tidak mudah goyah oleh pergantian situasi dan tren.

Inspirasi untuk Desa Lain

Cerita Panggungharjo membawa pesan sederhana: inovasi desa masih sangat mungkin dilakukan, meski tantangan anggaran dan kebutuhan layanan publik terus meningkat. Sampah yang selama ini dianggap beban bisa berubah menjadi peluang—asal ada keberanian mengubah cara pandang dan kesungguhan membangun sistem.

Panggungharjo membuktikan, solusi lingkungan tidak selalu harus menunggu program besar dari pusat. Dengan partisipasi warga, tata kelola yang sehat, dan unit usaha desa yang profesional, sampah dapat diolah menjadi manfaat—bagi bumi, bagi desa, dan bagi ekonomi masyarakat.

Follow WhatsApp Channel azmedia.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konsisten Kelola Sampah, Kampung di Surabaya Tembus ProKlim Lestari Tingkat Nasional
Langkah Kecil, Dampak Besar: Kecamatan Bandung Tulungagung Beralih ke Buku Tamu Digital
Dari Tunai ke Nontunai: Pedagang Pasar di Tulungagung Mulai Andalkan QRIS
Menyiapkan Generasi Digital: Depok Dorong Pembelajaran AI dan Coding di Sekolah
Dari Dapur Palembang ke Pasar Dunia: Strategi Produk Pempek Halal Tembus Ekspor
Investasi di Tulungagung Diproyeksi Naik 2026, Perikanan Kian Jadi Magnet
Petani Jamur Tiram di Kota Kediri Jadi Sorotan Srikandi DKPP, Budidaya Baglog Raup Jutaan Rupiah per Bulan
Parkir Berlangganan, Langkah Baru Tulungagung Dorong PAD Tembus Rp10 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:49 WIB

Konsisten Kelola Sampah, Kampung di Surabaya Tembus ProKlim Lestari Tingkat Nasional

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:52 WIB

Langkah Kecil, Dampak Besar: Kecamatan Bandung Tulungagung Beralih ke Buku Tamu Digital

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:27 WIB

Dari Tunai ke Nontunai: Pedagang Pasar di Tulungagung Mulai Andalkan QRIS

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:40 WIB

Dari Sampah Jadi Berkah: Cara Panggungharjo Menyalakan Ekonomi Warga

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:24 WIB

Dari Dapur Palembang ke Pasar Dunia: Strategi Produk Pempek Halal Tembus Ekspor

Berita Terbaru