loader image
Tekan Angka Kenakalan Remaja, Polres Tulungagung Giatkan Program Police Goes to SchoolPolisi Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi di Pati, Kabareskrim : Kasus Terbesar Sepanjang 2022Antisipasi Korban Tenggelam di Kolam Ikan Bertambah, Polres Tulungagung Himbau Pasang Jaring PengamanPolri Terapkan Restorative Justice dalam Kasus Dugaan Pencurian 40 Petani di MukomukoSilaturrahmi dengan Masyarakat Jatim di Babel, Gubernur Perkuat Pasar Antar daerah
banner 728x250

Ciptakan Kamtibmas Yang Kondusif, Paguyuban Cipto Rukun Ngopi Bareng di Polsek Besuki

Ciptakan Kamtibmas Yang Kondusif, Paguyuban Cipto Rukun Ngopi Bareng di Polsek Besuki

banner 468x60

TULUNGAGUNG.AZMEDIA.CO.ID – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan menjaga kondusifitas kamtibmas, Polsek Besuki menggelar pertemuan rutin bulanan yang dikemas dengan Ngopi bareng bersama Paguyuban Pencak Silat se Kecamatan Besuki. Bertempat di Mapolsek Besuki, Sabtu (12/03/2022) malam.

Hadir dalam kegiatan silaturahmi tersebut Kapolsek Besuki AKP Sumaji, SH., Wakapolsek Besuki IPTU Moh Anshori, SH., Kanit intel, Kanit bimas serta Ketua dan pengurus Perguruan Pencak Silat di Kecamatan Besuki yang tergabung dalam paguyuban “Cipto Rukun”.

banner 325x300

Kapolsek Besuki AKP Sumaji mengatakan, kegiatan ngopi bareng merupakan ajang silaturahmi antar Paguyuban Pencak juga mengajak bekerjasama dalam rangka menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Paguyuban perguruan silat Cipto Rukun harus digunakan sebagai wadah untuk menyelesaikan masalah dan mencari solusi penyelesaian masalah”, ujar Kapolsek.

Perguruan silat yang ada di wilayah Kecamatan Besuki harus saling bahu membahu menjaga kerukunan, untuk menciptakan keamanan dan ekonomi yang kondusif.

“Perguruan silat harus saling menghargai dan menjaga kerukunan”, kata Kapolsek.

Harapannya, apabila ada permasalahan agar Para Ketua perguruan sebagai orang yang di tuakan dapat memberikan saran positif kepada warganya.

“Agar ditanamkan kepada siswa maupun anggota perguruan yaitu rasa persaudaraan bukan rasa permusuhan pada setiap pertemuan atau latihan”, harapannya.

Adanya provokasi yang muncul utamanya bersumber dari media sosial agar masing-masing yang dituakan dalam organisasi silat lebih bijak menyikapinya.

“Yang dituakan dalam perguruan silat harus mampu memberi pemahaman dan edukasi kepada warganya agar ikut serta menjaga kantibmas, sehingga tidak menimbulkan ketakutan masyarakat”, pungkas AKP Sumaji. (Parno)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.