azmedia
×
Swipe up untuk membaca artikel

Ingin membaca berita tanpa iklan?

Buka di aplikasi AZMEDIA

INSTALL
Berita  

Cerita Kakek Asal Tulungagung Selama 30 Tahun Terlantar di Sumut

Avatar Of Redaksi Azmedia
Img 20220627 022327 Cerita Kakek Asal Tulungagung Selama 30 Tahun Terlantar Di Sumut

Labuhanbatu, azmedia.co.id – Seorang kakek bernama Muhadi (72), asal Tulungagung terlantar selama 30 tahun di Sumatera Utara. Dia terpisah dari keluarganya sejak tahun 1992 saat ingin pergi mencari nafkah ke Malaysia.

Dilansir detikSumut, Muhadi saat itu berniat pergi ke negeri jiran dengan jalur ilegal dari perairan Sumatera. Setibanya di Sumatera, Muhadi malah ditipu oleh sejumlah orang yang mengajaknya dan meninggalkannya begitu saja Tanjung Balai.

Sejak saat itu, Muhadi tidak pernah pulang ke Jatim. Karena Muhadi tidak tahu bagaimana caranya pulang. Tiga puluh tahun Muhadi menjalani hidupnya dengan mencari nafkah seadanya.

Memenuhi kebutuhan dengan bekerja serabutan. Hingga akhirnya, salah seorang personel polisi di Labuhanbatu bernama Aiptu Haris Fadillah mengetahui kabar tentang Muhadi.

Aiptu Haris Fadillah mengatakan dia mengetahui kisah kakek ini dari salah seorang kenalannya yang bekerja di perkebunan tempat kakek Muhadi berada. Awalnya kenalannya ini merasa iba melihat kakek Muhadi, yang hidup sebatang kara di sebuah gubuk sederhana

“Jadi kawan saya ini bertanya ke kakek itu tentang asal-usul nya, dan segala macamnya. Lalu diceritakan lah oleh kakek itu, yang kemudian diteruskan kepada saya,” kata Haris.

Mendengar cerita itu, Haris pun kemudian mencoba menghubungi temannya sesama polisi di Tulungagung. Temannya ini kemudian menyambungkan Haris dengan Bhabinkamtibmas yang bertugas di desa yang disebutkan kakek tersebut.

Dari informasi Haris, Bhabinkamtibmas itu berhasil menemukan salah satu anak kakek Muhadi. Yang kemudian dihubungi Haris, untuk memastikan kebenaran pengakuan kakek Muhadi.

“Setelah yakin pengakuan kakek itu benar, saya minta kawan saya itu untuk ke rumah bersama kakek itu. Terus saya sambungkan video call ke anaknya, dan setelah melihat itu saya semakin yakin bahwa mereka memang terpisah,” ungkapnya.

Selanjutnya, Haris melaporkan terkiat peristiwa tersebut kepada Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti. Mendapat laporan dari Haris, Kapolres Labuhanbatu, AKBP Anhar Arlia Rangkuti langsung menjemput Muhadi dari desa Aek Korsik, Aek Kuo, Labuhanbatu Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.