azmedia
×
Swipe up untuk membaca artikel

Ingin membaca berita tanpa iklan?

Buka di aplikasi AZMEDIA

INSTALL

Cegah Kanker Serviks, Lakukan Pemeriksaan Pap Smear Sejak Dini

Cegah Kanker Serviks, Lakukan Pemeriksaan Pap Smear Sejak Dini

Avatar Of Paul Suparno
Img 20220326 182810 Cegah Kanker Serviks, Lakukan Pemeriksaan Pap Smear Sejak Dini

TULUNGAGUNG.AZMEDIA.CO.ID – Pap Smear merupakan metode pemeriksaan untuk deteksi dini kanker serviks (kanker leher rahim) yang biasa dilakukan oleh wanita.

Prosedur dalam pemeriksaan pap smear ini adalah dengan mengumpulkan sampel sel dari leher rahim untuk kemudian di lakukan tes lebih lanjut pada laboratorium.

“Pemeriksaan pap smear ini penting dilakukan khususnya pada wanita. Karena untuk mendeteksi kemungkinan adanya kanker serviks (kanker leher rahim) sejak dini,” terang Bidan Poli Kebidanan dan Kandungan RSUD dr. Iskak Tulungagung, Suliyah, S.Tr.Keb.

Tujuan dari pemeriksaan pap smear ini untuk mengetahui tanda-tanda keganasan di daerah mulut rahim.

Pada wanita yang sudah bersuami yang aktif melakukan hubungan suami-istri, disarankan untuk wajib melakukan pemeriksaan pap smear ini setiap satu tahun sekali.

Prosedur dalam pemeriksaan ini meliputi tahap persiapan, pemeriksaan dan terakhir tahap pengobatan untuk pasien yang dinyatakan berstatus positif terkena kanker seviks.

Pada tahap persiapan, yang biasa dilakukan adalah tiga hari sebelum dilakukan pemeriksaan dilarang berhubungan suami-istri. Pasien pap smear dan dilarang mengonsumsi obat-obatan, terutama jenis antibiotik.

Selain itu, juga tidak boleh membersihkan vagina dengan sabun pembersih. Hal ini dikarenakan agar kuman yang ada di vagina tidak hilang.

Untuk tahap pemeriksaan, pasien akan diambil sampel jaringan serviks guna dilakukan pemeriksaan kondisi sel-sel serviks lebih lanjut di laboratorium.

“Tindakan dalam pemeriksaan pap smear ini hanya membutuhkan waktu 5-10 menit dan tidak menimbulkann efek bahaya,” imbuhnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter dapat mendeteksi ada tidaknya kelainan pada sel atau jaringan di serviks yang mengarah ke kanker serviks.

Pada pasien yang menunjukkan hasil positif atau mengidap kanker serviks, maka akan dilakukan pengobatan lebih lanjut dengan dirujuk ke rumah sakit tipe A.

Tidak kalah penting, terdapat beberapa kriteria wanita yang berisiko tinggi terkena kanker serviks, di antaranya adalah wanita yang sering berganti pasangan dalam hubungan seks dan juga wanita yang sering melahirkan.

Pada wanita yang sering melahirkan dikategorikan berisiko tinggi terkena kanker serviks dikarenakan kondisi serviks sering mengembang pada saat proses persalinan.

Selain hal di atas, pada orang perokok berat dan sering mengonsumsi alkohol juga dinilai berisiko terkena kanker serviks.

Terlebih lagi, ada faktor genetika atau keturunan yang berisiko terkena kanker serviks atau kanker leher rahim ini.

Pada penderita kanker serviks gejala yang biasanya terjadi berupa keluar darah terus menerus atau di luar siklus haid, pada saat berhubungan selalu berdarah dan juga keluar keputihan yang berbau.

Selama ini pasien yang sering terkena kanker serviks adalah wanita dengan rentang usia 30-40 tahun atau lebih.

Terdapat beberapa cara untuk menghindari terjadinya kanker serviks.

Salah satunya dengan melakukan pola hidup sehat dan mengurangi atau menghindari mengonsumsi fast food yang berlebih.

“Kunci pencegahan kanker serviks ini adalah jangan berganti-ganti pasangan dalam berhubungan suami-istri. Sebab penyakit ini ditularkan dari hubungan seks dan lakukan imunisasi untuk pencegahan mengurangi risiko terkena kanker serviks,” pungkasnya. (PKRS/KAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.