loader image

Bersama StakeHolder, Polsek Kalidawir Pantau Tiga Desa Yang Dilanda Banjir

  • Bagikan

 

TULUNGAGUNG.AZMEDIA.CO.ID-Akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Tulungagung mulai hari Kamis, 11 Nopember 2021 pagi hingga malam hari menyebabkan beberapa desa di Kecamatan Kalidawir terendam banjir.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian bencana banjir tersebut, namun demikian dampak dari banjir tersebut menimbulkan beberapa kerusakan diantaranya, beberapa rumah warga, tanggul sungai yang jebol, sawah warga yang terendam air, dan jalan desa tertutup lumpur akibat luapan banjir.

Sedikitnya ada tiga desa di Kecamatan Kalidawir yang terdampak banjir diantaranya, di dusun Bonsari Desa Betak, Dusun Pojok Desa Karangtalun, Dusun Joho Desa Joho dan Dusun Karangtalun Desa Karangtalun Kecamatan Kalidawir.

Menyikapi hal tersebut, Kapolsek Kalidawir Polres Tulungagung, AKP. Haryono, S.H., bersama anggota Polsek dan BPBD Kabupaten Tulungagung, dan Perangkat Desa melakukan pemantauan di beberapa titik yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Kalidawir.

“Wilayah Kecamatan Kalidawir sejak Kamis pagi 11 Nopember hingga Jumat pagi di guyur hujan, sehingga air sungai bercampur dengan ranting dan dahan kayu yang hanyut menyumbat aliran sungai di bawah jembatan yang mengakibatkan air meluap hingga tanggul sungai jebol”, uangkapnya.

“Wilayah yang terdampak yaitu Dusun Bonsari Desa Betak, Dusun Pojok Desa Karangtalun, Dusun Joho Desa Joho dan Dusun Karangtalun Desa Karangtalun,” sambung Kapolsek.

Lebih lanjut disampaikan Kapolsek, hujan bukan hanya terjadi di wilayah Kalidiwair saja, namun juga terjadi di wilayah selatan yaitu Kecamatan Tanggunggunung, sehingga air dari wilayah pegunungan menambah debit air yang ada di wilayah Kalidawir.

“Air bercampur lumpur dari gunung mengalir ikut aliran sungai hingga sampai di dam Bonsari Desa Betak. karena aliran sungai di seluruh wilayah kalidawir bermuara di Dam Bonsari, air meluap dan mengakibatkan tanggul sungai Dran/Pembuangan Kalidawir di sisi utara jebol ke persawahan Dusun Bonsari Desa Betak,” terang Kapolsek

Untuk desa Tunggangri tepatnya di jembatan Bangunsari, rating dan dahan kayu tersebut menyumbat aliran air sehingga air meluap dan membuat tanggul sungai di sisi barat masuk Dusun Pojok Desa Karangtalun, tergerus dan ambrol.

Sedangkan di jembatan Desa Joho, Kecamatan Kalidawir, tumpukan sampah berupa ranting dan dahan kayu tersebut menyumbat aliran air sehingga air meluap dan membuat tanggul sungai jebol, sehingga air bercampur lumpur memenuhi jalan Desa Joho.

“ Di desa karangtalun, tepatnya di jembatan Dusun Karangtalun, sama juga akibat rating dan dahan kayu yang menyangkut di jembatan dan menyumbat aliran air sehingga air meluap ke permukiman warga dan mengakibatkan ada rumah warga yang rusak”, sambung AKP Haryono.

Kapolsek juga mengatakan, meskipun air sudah mulai surut, namun bekas banjir meninggalkan sisa material lumpur di jalan hingga di rumah warga.

“Kami sudah berkoordinasi dengan bebepara pihak seperti BPBD, Forkopimcam, dan Desa untuk penanganan lebih lanjut. Hari ini juga dilakukan pembersihan bersama-sama waga. Ranting – ranting pohon yang tersangkut di jembatan serta sisa lumpur di rumah warga dan di jalan, dibersihkan secara gotong royong,” pungkasnya. (Gus/Im).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!