loader image
Beri Rasa Aman Umat Kristiani Laksanakan Misa Kenaikan Isa Al-Masih, Polres Tulungagung Sterilisasi Sejumlah GerejaPatroli Blue Light Polres Tulungagung Amankan 13 R2 dan 25 Remaja Yang Akan Balap LiarKapolres bersama Dandim 0807 Tulungagung Blusukan Cek Ketersediaan Minyak GorengPerluas Kerjasama Perdagangan, Gubernur Khofifah Bertekad Tingkatkan Jejaring Konektivitas Antar DaerahUnit Reskrim Polsek Besuki Polres Tulungagung Bekuk Pengedar Pil Koplo Saat Transaksi Dipinggir Jalan
banner 728x250

Berdiri Kokoh ” Raksasa” Kampung Pancasila di Desa Ngantru

Berdiri Kokoh " Raksasa" Kampung Pancasila di Desa Ngantru

banner 468x60

TULUNGAGUNG.AZMEDIA.CO.ID – Di cetuskannya Kampung Pancasila di Desa Ngantru Kecamatan Ngantru sebagai upaya untuk membangun budaya toleransi yang harus diamalkan serta dilestarikan.

Kerukunan umat beragama di kampung Pancasila terbukti adanya tempat ibadah dalam satu area begitu harmonis, berdampingan satu sama lain saling menjaga dan melindungi.

banner 325x300

Proses pelaksanaannya mencakup bidang sosial, budaya dan ilmiah.

Desa Ngantru menjadi Kampung Berpancasila sebenarnya sudah ada sejak desa ini lahir. Kerukunan antar umat terpelihara sampai saat ini.

Melansir dari laman Mercusiar.com, Koramil 0807/04 Ngantru menyematkan Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru, sebagai Kampung Pancasila berikut Kebhinekaannya, supaya terserap di lingkungan masyarakat. Senin (14/3/2022).

Burung Garuda menjadi lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Seperti yang terlihat dalam area Pondok “Al Badru Alaina”, patung Burung Garuda Pancasila yang besar sebagai gambaran bangsa yang besar dan kuat, sedangkan warna emas memiliki arti keagungan, kejayaan dan kemuliaan.

Patung burung Garuda Pancasila berukuran raksasa ini memiliki konstruksi bangunan berukuran lebar 12 meter, tinggi 12 meter, dibuat dengan metode subtraktif menggunakan bahan semen cor, diperlukan ketelitian yang secara teknik pengerjaannya bertahap yaitu selama sekitar dua bulan.

Hingga tercipta karya yang memiliki nilai estetika, sebagai karya seni murni, agar bisa dinikmati keindahannya, Patung Burung Garuda Pancasila berukuran raksasa ini akan menjadi monumen sejarah di Desa Ngantru.

Pengasuh Pondok Al Badru Alaina, Abah Amu Sugito menjelaskan, Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan di masyarakat sangatlah baik, terbukti setiap ada kegiatan semua warga turun membantu, demi menjaga dinamika bermasyarakat, hal tersebut nyata mereka amalkan sehari harinya.

“Kerukunan merupakan tolok ukur di Kampung Berpancasila, memiliki sikap toleransi antara keragaman budaya saling memahami dan saling peduli. Ada tempat ibadah Masjid dan ada tempat ibadah Gereja, menciptakan harmoni dan sikap toleransi kerukunan di Desa Ngantru itu sudah ada sejak lahir dan terus terpelihara hingga saat ini,” ucap Abah Amu.

Menurut Abah Amu, lunturnya nilai-nilai Pancasila di masyarakat disebabkan banyak faktor antara lain, tidak diturunkan dari generasi ke generasi, kurangnya tokoh keteladanan, praktik pembangunan yang menyisakan kemiskinan, ketidakadilan, kerusakan lingkungan fisik dan sosial budaya. Selanjutnya individualisme moral, dekandensi, liberalisme dan tumbuhnya paham-paham radikal.

Sementara itu, Danramil 0807/04 Ngantru, Kapten Inf Usmar Umar, melalui Babinsa, Serma Imam Mustofa mengungkapkan, Desa Ngantru sudah lama dikenal menjunjung tinggi toleransi dalam beragama. Di cetuskannya Kampung Pancasila banyak yang tergambar, dengan adanya Taman Pancasila, Gedung Pancasila dan Kebun Pancasila.

Kegiatan yang dilakukan Babinsa Kodim 0807/Tulungagung bersama warga yaitu kerja bakti membersihkan Kampung Pancasila, mengecat, warna-warni atau mural, menyiapkan sarana prasarana pendukung Kampung Pancasila.

“Mereka menyambut baik pembuatan Kampung Pancasila, itu terlihat dari antusias warga dengan rela membantu, semoga ini menjadi idaman kita semua,” kata Serma Imam Mustofa.

“Akumulasi dari berbagai unsur saling berpengaruh, melalui sejarah, agama dan budaya menyemai nilai-nilai dan pemahaman, begitu pentingnya sebuah toleransi hidup di tengah warga sebagai desa religi,” ungkapnya.

Penting diketahui, Garuda Pancasila di dalamnya terkandung lima buah perisai yang merupakan simbol dasar negara ini, yang mana setiap lambang diantaranya mempunyai makna, yakni ;

Bintang Emas lambang Sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, menggambarkan sebuah cahaya yang berasal dari Tuhan kepada setiap manusia.

Rantai menjadi lambang Sila ke Dua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengartikan bahwa setiap manusia saling bahu-membahu, saling tolong-menolong, membutuhkan satu sama lain.

Pada Sila ke Tiga Pancasila dengan lambang Pohon Beringin yaitu Persatuan Indonesia, hal ini dikorelasikan dengan keberagaman suku bangsa menyatu di bawah nama Indonesia namun tetap mementingkan persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

Mengenal Sila ke Empat Pancasila dengan lambang Kepala Banteng yaitu Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.

Simbol Pancasila berbentuk Kepala banteng memiliki Filosofi sebagai hewan sosial yang suka berkumpul, bermusyawarah untuk mencapai mufakat memiliki nilai gotong royong untuk melahirkan suatu keputusan.

Padi dan Kapas menjadi simbol Sila ke Lima Pancasila yaitu Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. Sandang pangan menyiratkan bahwa suatu negara yang adil bisa mencapai kemakmuran untuk rakyatnya secara merata.

Salah satunya dengan bergotong royong, diharapkan akan timbul rasa persaudaraan dan solidaritas sosial yang tinggi, sehingga kesulitan maupun tantangan yang dihadapi akan semakin ringan.

Desa Ngantru siap menjadi embrio pemodelan dalam pengembangan Kampung Pancasila. Ekspektasinya adalah ada nilai-nilai luhur Pancasila yang diimplementasikan dalam pola kehidupan sehari-hari masyarakat Tulungagung. (Parno)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.