loader image

Banyuwangi Bintang Muda Indonesia (BMI) Bangkit dan Bergerak

  • Bagikan

BANYUWANGI.AZMEDIA.CO.ID-Puluhan perwakilan pemuda dari beberapa Kecamatan se Kabupaten Banyuwangi, hadiri pembentukan organisasi sayap Partai Demokrat, dengan sebutan Bintang Muda Indonesia (BMI) yang dilaksanakan di Aula Agro Wisata Alam Indah Lestari, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi. Sabtu, (20/11/2021).

Hadir dalam acara tersebut, Ketua BMI yang juga merupakan Ketua BPOKK DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Adriel Dhany Kurniawan, Dewan Penasehat BMI, Gus Iqbal, Ketua DPC dan jajaran Pengurus DPC Demokrat Banyuwangi.

Dalam sambutannya, Ketua BMI,
Adriel Dhany Kurniawan, menyampaikan pokok bahasan tentang organisasi BMI (Bintang Muda Indonesia) yang merupakan organisasi sayap Partai Demokrat, yang artinya BMI sebagai kepanjangantangan Partai Demokrat turun ke masyarakat melalui program kegiatan-kegiatan yang memberi manfaat kepada masyarakat.

Lebih lanjut disampaikan Dhany, bahwa organisasi BMI tak jauh beda dengan organisasi-organisasi lain di Indonesia pada umumnya. BMI juga akan bergerak melalui kegiatan di berbagai bidang seperti, bidang olahraga, kepemudaan, seni budaya, pendidikan, dan ekonomi.

“Namun karena BMI juga merupakan organisasi sayap Partai, maka punya peran juga mengedukasi masyarakat terutama kawula muda agar faham tentang politik,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dewan Penasehat BMI, Gus Iqbal, menuturkan bahwa, semua organisasi di belahan dunia tidak lepas dari tiga dimensi yaitu Dimensi masalalu, Dimensi masa kini, dan Dimensi akan datang.

Dimensi masa lalu, organisasi kepemudaan didirikan karena melihat peran pemuda di masa lalu baik dari perspektif islam, perspektif pemerintahan, dan perspektif perjuangan. Dimensi masa kini, bahwa data BPS 2020 generasi muda populasinya yang lahir pada tahun sekira tahun 1997 sampai 2012 jumlahnya sekitar 75,5 juta.

“Makanya disebut sebagai bonus demografi, tapi kalau tidak ditata sungguh-sungguh pemudanya, maka bukan menjadi bonus demografi tetapi malah jadi bencana demografi,” tuturnya.

Menurut Gus Iqbal, maju mundurnya bangsa ke depan ada di pundak pemudanya. Namun sayang, banyak temuan penelitian bahwa pemuda sekarang banyak yang kontraproduktif dengan apa yang diharapkan menjadi tulang punggung bangsa.

“Hal itu dikerenakan literasi politik dan kebangsaannya yang kurang, pemuda sekarang banyak yang skeptis, apatis terhadap politik,” tandasnya.

Terakhir Dimensi akan datang, yaitu dimulai dari sekarang. Jadilah pemuda yang pegang prinsip dan komitmen dalam perjuangannya. Oleh karena itu dalam berorganisasi, lanjut Gus Iqbal, yang pertama harus positif dalam pikiran maupun perbuatannya, yang kedua aktif mengajak dalam hal kebaikan, yang ketiga kreatif, ke empat kolaboratif saling mendukung sesuai peran dan tugas masing-masing, dan yang terakhir solutif.

“Maksudnya, bisa mencarikan solusi pada setiap permasalahan yang ada,” ucapnya.

Sementara Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, S.H., sangat mengapresiasi anak-anak muda yang tergabung dalam BMI Banyuwangi.
Selaku Ketua DPC Demokrat, Ia mendukung organisasi BMI besar, dan mandiri. Hal itu dimaksudkan, meski sebagai organisasi sayap Partai, program-programnya tidak diintervensi oleh Partai.

“BMI punya program sendiri yang menyangkut kepemudaan dan kemasyarakatan.Partai Demokrat akan mensupport full kegiatan BMI di Banyuwangi,” ungkapnya.

Dalam paparannya, Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, menekankan, pemuda harus mengerti tentang politik. Karena kalau pemuda tidak mengerti tentang politik maka jangan harap keadaan akan bisa berubah. Dan politik hanya akan dikuasi oleh orang-orang yang sengaja memanfaatkan politik untuk kepentingan pribadi.

“Kenapa pemuda harus mengerti tentang politik, karena yang bisa merubah negara mau jadi apa ke depan hanya melalui politik,” kata Michael.

Ia berharap BMI di Banyuwangi dalam waktu dekat segera membentuk PAC-PAC agar segera ada kegiatan-kegiatan di masyarakat di tiap Kecamatan. Dan untuk DPC Partai Demokrat Banyuwangi akan support anggaran per tahunnya minimal 120 juta rupiah, agar bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“BMI diharapkan bisa membantu mengedukasi kepada masyarakat agar mengerti tentang politik, sehingga ke depan masyarakat tidak gampang jadi alat kepentingan politik. Selain itu, BMI bisa melahirkan pemuda-pemudi yang berkualitas dan punya nilai manfaat bagi masyarakat, sehingga bisa menarik simpati dan mengembalikan kepercayaan rakyat, bahwa perjuangan Partai Demokrat adalah harapan rakyat,” pungkasnya. (*Ktb)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!