azmedia
×
Swipe up untuk membaca artikel

Ingin membaca berita tanpa iklan?

Buka di aplikasi AZMEDIA

INSTALL

Antisipasi Sebaran Virus PMK, Polsek Ngantru Lakukan Sosialisasi Pada Peternak Hewan

Antisipasi Sebaran Virus PMK, Polsek Ngantru Lakukan Sosialisasi Pada Peternak Hewan

Img 20220605 112734 Antisipasi Sebaran Virus Pmk, Polsek Ngantru Lakukan Sosialisasi Pada Peternak Hewan

TULUNGAGUNG.AZMEDIA.CO.ID – Polres Tulungagung untuk mengantisipasi penyebaran virus PMK pada hewan ternak. Kali ini Polsek Ngantru mendatangi beberapa perternak sapi melaksanakan pemantauan dan sosialisai.

Dipimpim Kapolsek Ngantru AKP Pudji Widodo, S. Sos., bersama anggota melakukan sosialisasi kepada Peternak Sapi yang berada diwilayah kecamatan Ngantru.

Kapolsek Ngantru melalui Kasi Humas Iptu Anshori, SH mengatakan untuk mengantisipasi penyebaran virus PMK pada hewan ternak, Polsek Ngantru Polres Tulungagung terus melakukan sosialisai kepada Peternak.

“Kami juga membagikan selebaran berisi himbauan ajakan kepada peternak juga melakukan pemnyemprotan pada hewan maupun kandang ternak dan untuk melaporkan kepada petugas jika mendapati hewan piaraannya dalam kondisi sakit”, ucapnya, Minggu (05/06/2022).

Virus PMK menyebabkan penyakit menular namun tingkat kematiannya rendah dan dapat disembuhkan dengan masa inkubasi 14 hari, serta masa penyembuhan 14 hari. Apabila sudah sembuh tidak ada masalah untuk dipotong, karena virus dalam PH tertentu tidak aktif dan akan mati pada suhu 60 % C.

“Secara klinis, penyakit ini tidak masalah karena tidak menular ke manusia. Perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi untuk masalah penanganan penyakit agar para peternak tidak panik, pemotongan ketika sakit dan ada beberapa bagian yang harus dipilah, namun pada suhu 60 sampai dengan 70 derajat, virus tersebut sudah mati,” jelasnya.

Hewan ternak yang terkena Penyakit PMK dengan gejala – gejala seperti suhu tinggi pangkal telinga, lendir dimulut, lidah Menjulur, nafsu makan berkurang, kaki pincang, luka pada celah kuku / lepas kuku dan nafas cepat.

“Efek dari penyakit tersebut berat badan turun, sariawan dan kuku lepas sehingga menyebabkan nafsu makan sapi menurun,” ujarnya.

“Tidak hanya Polsek Ngantru, namun semua Jajaran Bhabinkamtibas Polres Tulungagung juga melakukan pengecekan dan sosialisai pada peternakan sapi di desa binaanya”, tandasnya. (Prn-Restu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.