loader image

Oknum kepala Desa di Kecamatan Kertosono di Cokok Anggota Resmob Polres Nganjuk

  • Bagikan

NGANJUK.AZMEDIA.CO.ID-Nganjuk kembali heboh, setelah kasus oknum anggota DPRD yang tertangkap karena sabhu-sabhu, kemarin sore kabar tertangkapnya oknum kades karena kasus penipuan. Berikut keterangan resmi dari kepolisian, saat diwawancarai media terkait hal tersebut. Rabu,(15/12/2021)

Oknum kades pandantoyo kecamatan kertosono Kabupaten Nganjuk, berinisial KA (38) ini diperiksa diunit 1 reskrim Mapolres Nganjuk secara tertutup. Diamankan polisi pada Rabu malam pukul 18.00 wib, di kawasan Nganjuk kota.

KA melakukan penipuan dengan mengaku sebagai anggota Polisi dari Unit Resmob Nganjuk, modusnya pun sangat tak lazim sekali.

Kapolres Nganjuk, AKBP. Boy Jeckson Situmorang, membenarkan adanya penangkapan seorang kades yang mengaku sebagain Polisi dari unit kusus Resmob Polres Nganjuk .

” Dari hasil pemeriksaan, pelaku melakukan aksinya dengan modus sebagai anggota Polisi gadungan. Ada beberapa tempat kejadian Perkara di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Nganjuk,” kata Kapolres.

” Para korban ini di antaranya tukang becak, pedagang kaki lima dan sejumlah sopir truk yang melintas di sejumlah jalan di Nganjuk,” lanjutnya.

Menurut Kapolres, KA menjalankan aksinya dengan modus mencari kesalahan calon korban, dan disaat calon korban lengah, pelaku lalu meminta sejumlah uang kepada korban, dan pelaku seolah olah menunjukan Borgol yang di bawanya, yang di beli di salah satu toko atribut .

Lebih lanjut disampaikan Kapolres, korban yang takut, akhirnya memberi uang kepada pelaku. Sebagai hasil dari modus tersebut sangat variatif antara 100 ribu rupiah hingga jutaan rupiah.

Kapolres juga mengungkapkan bahwa, Sodikin, Penjual kelapa keliling yang juga tak luput menjadi korban mengaku,  didatangi pelaku di wilayah Warujayeng saat jualan kelapa. Modusnya pelaku menuduh korban memiliki uang palsu dan minta dompet korban.

“Pelaku berpura pura membawa untuk di cek keaslian uang tersebut, namun dompet yang berisi uang kurang lebih 600 ribu rupiah itu, tidak di kembalikan oleh pelaku,” terangnya.

Hingga tadi siang ,Team Reskrim terus melalukan pemeriksaan dan pengembangan, juga mendatangkan sejumlah korban dan saksi.

” Polisi juga sudah menetapkan pelaku sebagai tersangka. Pelaku di jerat pasal berlapis tentang pemerasan dan penipuan,” Pungkasnya.(*gendro).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!