Sempat Ditutup Dua Hari,Pasar Rejotangan Sudah Normal Kembali, Begini Penjelasannya

Tulungagung, AZMEDIA.CO.ID – Setelah dikabarkan dari salah seorang pedagang sayur terkonfirmasi positif Covid -19, Pasar Rejotangan sempat dilakukan penutupan selama dua hari mulai Jumat (15/01/2021) sampai Sabtu (16/01/2021) kemarin.

Kapolsek Rejotangan, AKP Hery Poerwanto saat di konfirmasi media azmedia.co.id, Minggu (17/01/2021) mengaku, penutupan tersebut dilakukan lantaran untuk melakukan proses sterilisasi pasar yakni dengan cara melakukan penyemprotan disinfektan.

Menurut Hery, aktivitas dipasar dimulai dari jam 2 sampai jam 6 pagi. Pada jam-jam tersebut, pasar relatif ramai lantaran banyak yang berbelanja sayur. Hal itulah yang membuat pihaknya sepakat untuk menutup sementara untuk dilakukan penyemprotan. Pasalnya, jika tidak dilakukan hal itu justru akan sangat beresiko bagi para pedagang lainnya maupun pengunjung pasar.

“Langkah penyemprotan kemarin merupakan inisiatif dari satgas Covid-19 kecamatan yang melibatkan dari Kecamatan, Koramil, Polsek dan Puskesmas Rejotangan. Kita juga sudah kordinasikan ke Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung dan mereka menyetujui dengan inisiatif kita karena memang ini langkah yang bagus untuk pencegahan,”ungkap Hery.

Namun demikian , menurut Hery saat ini aktivitas dipasar sudah kembali berjalan seperti sebelumnya.Untuk itu pihaknya tetap menghimbau kepada pedagang maupun pembeli di pasar rejotangan agar melakukan kegiatan transaksi jual -beli secara hati-hati. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yakni dengan 3M seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Memang setelah dilakukan sterilisasi dua hari kemarin bisa dibilang area pasar saat ini sudah bisa dibilang aman. Tetapi agar kita tidak tertular Covid-29, kita juga harus tetap menerapkan prokes 3M,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro,juga membenarkan jika ada pedagang pasar Rejotangan yang terkonfirmasi positif. Menurut Galih, saat ini pedagang tersebut sedang menjalani perawatan di RSUD dr. Iskak lantaran menunjukkan adanya gejala Covid-19. Sedangkan untuk pihak keluarga yang bersangkutan hanya dilakukan isolasi diri dirumah.

“Dari yang kontak erat dengan yang bersangkutan yakni keluarga sudah dilakukan uji swab, dan saat ini tinggal menunggu hasilnya.
Galih menambahkan,Awalnya justru malah mau dilakukan penutupan tiga hari dan setelah Satgas dari Kecamatan meminta pendapat dari Satgas Kabupaten kemudian disepakati untuk ditutup dua hari saja untuk dilakukan penyemprotan disinfektan,” tutupnya.