Satgas Covid19 Kembali Membubarkan Pesta Hajatan Pernikahan di Kecamatan Kedungwaru, Setelah di Kecamatan Pakel

Tulungagung, AZMEDIA.CO.ID – Setelah hari Selasa (12/01/2021) petugas dari Satgas Covid -19 dari Kecamatan Pakel membubarkan pesta resepsi hajatan pernilahan di desa Kasreman kecamatan Pakel,hari ini Satgas penanganan Covid -19 dari Kabupaten Tulungagung bersama Satgas Covid -19 Kecamatan Kedungwaru juga membubarkan pesta hajatan serupadisalah satu rumah warga di desa Ringinpitu kecamatan Kedungwaru sekitar pukul 11.30 WIB.

Dedi Eka Purnama selaku anggota Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid -19 kepada wartawan mengatakan ,
petugas terpaksa membubarkannya karena acara tersebut digelar tanpa ijin dan tidak sesuai dengan protokol kesehatan.
“Ya terpaksa kita bubarkan karena selain tidak ada ijin dan memang saat ini memang secara aturan juga belum diijinkan untuk gelaran pesta hajatan di masa pandemi ini,”terang Dedi.

Sementara itu Wakil Juru Bicara Satgas Covid -19 Galih Nusantoro saat dikonfirmasi media azmedia.co.id juga menegaskan jika pihaknya saat ini terus mengadakan pengetatan pembatasan kegiatan masyarakat.Salah satunya yaitu dengan mengadakan monitoring wilayah dengan melakukan patroli.
Menurut Galih,sesuai surat edaran ketua Satgas Covid -19 Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo Nomor 360/8/602/ 2021 tertanggal 11/01/2021 yang berlaku hingga 25/01/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk pengendalian penyebaran corona virus disease 2019 (covid 19) di kabupaten Tulungagug,jelas sudah diatur bahwa untuk kegiatan masyarakat yang berpotensi mendatangkan massa tegas dilarang.

“Memang benar dari Satgas penanganan Covid-19 baik tingkat Provinsi, Kabupaten ,Kecamatan maupun desa saat ini terus melakukan pengetatan terkait kegiatan masyarakat yang berpotensi mendatangkan orang untuk sementara dilarang.Tadi saat team Satgas melakukan patroli mendapatkan laporan adanya kegiatan pesta hajatan disalah satu tempat selanjutnya team kita bersama team dari kecamatan mendatangi pihak tuan rumah dan meminta untuk sedianya bubar pestanya dan tadi dari pihak tuan rumah juga menyadari serta kita berikan peringatan agar tidak mengulangi lagi,”ujar Galih.
Meski demikian Galih berharap kepada masyarakat bisa menyadari adanya aturan tersebut sambil menunggu perkembangan situasinya nanti bisa berangsur membaik.
“Mengingat saat ini kan lagi terjadi puncaknya transmisi penyebaran virus Covid -19 untuk itu kami sebenarnya tidak melarang prosesi pernikahannya akan tetapi yang kita larang adalah pesta resepsinya,jadi kepada masyarakat sedianya bisa mentaati aturan tersebut dan jika situasinya sudah memungkinkan silahkan mengadakan hajatan,itupun dengan syarat harus menerapkan protokol kesehatan.Kami juga menghimbau kepada semuanya agar bisa menyadari ,semua take down ,menghilangkan egonya,semua ikut membantu dengan tidak melakukan kegiatan yang sifatnya berkerumun kecuali kebutuhan pokok dan itu sudah sangat mengurangi hingga 75 persen dan yang sisanya hanya melaksanakan kegiatan pokok,”harapnya.

Ditempat terpisah ,Kepala Desa Ringinpitu Suwito juga menyampaikan jika pesta resepsi pernikahan di wilayahnya sebenarnya dari pihaknya sudah tidak memberikan permohonan ijin namun entah bagaimana warganya tetap melaksanakan acara tersebut.
“Ya sebenarnya kami sudah tidak by memberikan ijin dan sudah memberitahu kepada yang bersangkutan namun ya gimana lagi jika memang aturannya begitu.Kami juga sudah mensosialisasikan hal ini ke pihak RT,RW hingga jajaran kami untuk masyarakat saat ini sebaiknya mentaati aturan tersebut demi memutus penularan covid-19,”ungkapnya.