Residivis Berusia 15 Tahun Jadi Otak Pencurian Motor

AZMEDIA.CO.ID, TULUNGAGUNG – Polisi mengamankan 3 remaja yang melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor. Mirisnya otak pencurian ini merupakan residivis yang masih berusia 15 tahun, YG yang merupakan warga Trenggalek. Sedang kedua rekanya adalah WS (16) dan HY (17) keduanya merupakan warga kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. keduanya berperan mengawasi aksi YG.

“Mereka bertiga berboncengan, saat melihat motor terparkir dan tidak ada kunci stang, mereka mengotak-atik kabelnya, saat bisa hidup motornya dibawa kabur,” ujar Kapolres Tulungagung, AKBP E.G Pandia, Selasa (18/2/20).

Selanjutnya motor Honda BEAT AG-5989-RBS itu dijual oleh pelaku di wilayah Malang dengan harga Rp 2,9 juta. Uang hasil penjualan itu dibelikan lagi motor Satria FU dengan harga 2,4 Juta, sisa uang digunakan untuk ngopi ke 3 pelaku.

“Salah satu residivis dan masih dibawah umur ketiganya,” ujar Kapolres.

Saat beraksi, ketiga pelaku menggunakan ,motor Honda BEAT No Pol AG-6650-RAK. Dari pengakuan YG, dirinya mempelajari cara menghidupkan motor tanpa kunci kontak saat belajar di SMK. Saat ini ke 3 nya sudah putus sekolah.

Meski masih berusia dibawah umur, ketiganya tetap ditahan lantaran ancaman hukumanya diatas 5 tahun.

“Ya ditahan, karena salah satunya residivis dan ancaman hukumanya 7 tahun,” terang Kapolres.

ke 3 pelaku ditangkap petugas pada saat di SPBU Ngantru, Tulungagung tanpa ada perlawanan.

Dari tangan pelaku berhasil diamankan unit sepeda motor Honda BEAT No Pol AG-6650-RAK (sarana pelaku), 1 unit sepeda motor suzuki satria fu (hasil pembelian pelaku setelah motor curian di jual), 1 buah hp samsung (sbg sarana pelaku menjual motor curian melalu medsos fb), 1 pasang plat nomor AG-5989-RBS, buah tempat plat nomor warna hitam dan uang Rp. 6.000 (sisa hasil penjualan).

Selanjutnya pelau dijerat dengan pasal 363 ayat 1 (4e) KUHP (ancaman hukuman penjara 7 tahun).