,

Dipanggil ke Kantor Desa, Wartawan di Flotim Malah Ditampar dan Dicekik Kades Lewolaga

AZMEDIA.CO.ID Kekerasan wartawan terus terjadi dalam menjalankan fungsi jurnalistik sesuai kode etik Jurnalistik (KEJ).

Kini menimpa Edwaldus T Salu Kelen wartawan media online www.wartakeadilan.com yang bertugas di Kabupaten Flores Timur(Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ia menjadi korban penganiayaan diduga dilakukan oleh Kepala Desa Lewolaga, Frans Nikolaus Beoang, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur.

Akibatnya, korban langsung melaporkan kasus penganiayaan yang menimpa dirinya ke Polres Flores Timur, Jumat 17 Januari 2020 guna proses selanjutnya.

Menurut Edwaldus T Salu Kelen seperti dikutip lenterapos dari BentaraNet, Minggu 19 Januari 2020, kejadian ini bermula, korban disuruh datang ke Kantor Kepala Desa Lewolaga oleh Kepala Desa Lewologa, Frans Nikolaus Beoang pada pukul 12.30 Wita.

Saat tiba di kantor desa, korban diminta untuk memberi penjelasan tujuan konfirmasi untuk pemberitaan tentang bantuan perumahan melalui program nasional yang diberikan kepada masyarakat Desa Lewologa.

“Saya memberi penjelasan tujuan saya konfirmasi pemberitaan perumahan bantuan di Desa Lewolaga yang tidak tepat sasaran itu. Saat sedang menjelaskan, tiba-tiba kades marah dan ada salah satu warga yang berinisial AM juga mengeluarkan kata-kata kasar kepada saya,” ungkapnya.

Selain itu, ia mengaku, kades Lewologa sempat mencekik dan menampar dirinya hingga ia terjatuh.

Usai kejadian itu, korban langsung mendatangi Polres Flores Timur di Larantuka untuk melaporkan kejadian tersebut.

Di Polres Flotim, korban membuat laporan Tindak Pidana Penganiayaan dengan NO.POL: STPL/16/01/2020/SPKT.

Sementara itu, Kepala Desa Lewolaga, Frans Nikolaus Beoang mengatakan, dirinya tidak pernah melakukan penganiayaan terhadap korban. Namun ia mengaku, hanya memberikan pembinaan kepada korban sebagai warga desanya.

“Sebagai kepala desa, saya berikan pembinaan karena korban adalah warganya,” kata Nikolaus itu.

Menurut dia, korban telah membuat keonaran di Desa Lewolaga karena telah melaporkan program bantuan perumahan dari APBN di Dinas PUPR Kabupaten Flores Timur.

“Korban lapor bahwa ada pembagian yang tidak adil versi korban. Padahal proses ini kan sudah akhir. Rumah orang sudah selesai kerja semua dan itu kan korban balik ke tahap awal kan,” tandas Kades Nikolaus.

Meski demikian, Nikolaus menegaskan, dirinya siap jika dipanggil pihak berwajib untuk memberikan keterangan. Nikolaus juga berencana lapor balik pelapor terkait beberapa persoalan yang ada  di Desa Lewolaga.

“Saya akan lapor balik korban. Saya panggil korban itu sebagai kepala desa. Korban telah membuat keonaran yang ada di desa ini,” tuturnya

“Jadi kalau korban bilang sudah melakukan visum karena saya pukul, saya tidak pernah aniaya korban. saya cuma pegang mulutnya saja. Ada saksi. Itu persoalannya. Saya hanya berikan teguran jangan sampai perbuatan korban membuat kacau di desa,” tambahnya. (TIM).

Sumber : https://bentara.net/diduga-aniaya-wartawan-kepala-desa-lewolaga-dipolisikan/