11 Pantai Rawan Gempa dan Tsunami, BPBD Tulungagung Siapkan Siaga Bencana

Tulungagung, AZMEDIA.co.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai kemungkinan terjadinya potensi gempa dan tsunami di wilayah pantai selatan  Kabupaten Tulungagung, Kamis (11/10/2018).

 
Kasi Kesiapsiagaan, Anin Dito saat menunjukkan monitor Early Warning Sistem (EWS)
 
BPBD  bekerja sama dengan Badan Meteorologi,  Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Malang terus memantau kondisi daerah rawan gempa yang kemungkinan terjadi bencana seperti yang di Situbondo.
 
Indonesia dikelilingi tiga lempeng, dipastikan bila dua lempeng bertumbukan (subduksi), tidak menutup kemungkinan menimbulkan gempa berskala tinggi dan berpotensi tsunami.
 
Kepala BPBD Kabupaten Tulungagung, Suroto, melalui Kasi Kesiapsiagaan, Anin Dito menguraikan antisipasi serta tanda-tanda tsunami.
 
“BPBD Tulungagung  saat ini masih siaga mengingat kejadian di Situbondo. Kemarin saya dengan pak Wakapolres ke pantai Sidem, dan Popoh, selanjutnya bersosialisasi  dengan relawan-relawan yang bermukim di pantai situ. Jika ada gempa berskala tinggi antara 6 sampai 7 magnetudo dirasakan oleh masyarakat, kita belum merasakan dahsyatnya gempa, yang perlu kita waspadai bila air laut surut mendekati 99,9 bisa dipastikan tsunami itu datang. Tanda lain adalah adanya binatang yang menjauh dari pantai, bau anyir atau gak enak disertakan gemuruh dari tengah lautan, itu tanda tsunami segera datang,” jelasnya.
 
Pantai di Tulungagung, sambung Anin Dito, masih terbantu dengan adanya tebing-tebing yang tinggi, sehingga apabila terjadi gelombang tsunami dengan ketinggian 3 meter, dipastikan tidak berdampak parah pada pemukiman warga.