Mahasiswa Unesa Lakukan Pemanfaatan Produk Unggulan Nganjuk

NGANJUK, AZMEDIA.CO.IDMahasiswa Kelompok 73 Kuliah Kerja Nyata Universitas Negeri Surabaya (KKN Unesa) sedang melaksanakan tugas kuliahnya dengan bentuk pengabdian masyarakat di Desa Pinggir, kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Kepala Desa Pinggir, Slamet mengatakan, mahasiswa Unesa melakukan program di KKN-nya dengan cara membuat pelatihan pembuatan produk kripik gadung. Isi pelatihannya berupa pengemasan dan pemasaran produk.

Alasan pelatihan ini diadakan karena, potensi desa Pinggir adalah gadung yang melimpah, masyarakat disini belum mampu memanfaatkannya secara maksimal.

“Kenapa tidak maksimal, dikarenakan warga disini masih keterbatasan keterampilan untuk memanfaatkan potensi gadung. Intinya kami kurang informasi dalam membuat gadung yang enak, cara mengemas dan memasarkannya,” ucapnya. Kamis, (04/7/2019).

Sementara itu, Kordes KKN 73 Unesa, Enggardyanto Pringgo Dhigdho mengatakan, pemateri yang memberikan pelatihan membuat produk kripik gadung cara mengemas dan memasarkannya yakni, Ahmad Ajib Ridlwan selaku Dosen Ekonomi Islam Unesa dan juga Dosen Pendamping KKN.

“Selain pelatihan pembuatan produk, pengemasan, dan pemasaran, mahasiswa juga akan mendampingi ibu-ibu PKK untuk mendapatkan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Untuk mendapatkan izin tersebut, harus diusulkan sampai verifikasi berkas PIRT ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nganjuk,” terangnya.

Ajib, dalam pelatihannya mengatakan, dengan adanya pelatihan pengemasan dan pemasaran produk kripik gadung, diharapkan produk ini lebih menarik.

Sehingga berdampak pada peningkatan nilai jual produk. Selain itu, kemasan produk yang menarik akan meningkatkan nilai jual di pasar. Pelatihan ini dilakukan kepada warga dan ibu-ibu PKK desa Pinggir kabupaten Nganjuk,” bebernya.

Setelah mendapatkan PIRT, mahasiswa nanti sebagai fasilitator untuk membantu berkomunikasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Nganjuk untuk pendampingan perluasan pasar.

“Dan dijadikan produk unggulan Nganjuk serta dipasarkan di pusat oleh-oleh kabupaten Nganjuk. Sehingga mahasiswa nanti itu setelah dilatih, akan dikoneksikan ke dinas terkait,” tutupnya.

Perlu diketahui, selain program pelatihan di KKN yang bertajuk kewirausahaan ini, juga dilaksanakannya kegiatan pendidikan, keagamaan, lingkungan, dan sosial. (Sumber:SuaraJatim)