TAGANA Lakukan Simulasi Kesiapsiagaan di Trenggalek

AZ MEDIA TRENGGALEK – Kabupaten Trenggalek menjadi tuan rumah Apel Kesiapsiagaan Bencana di Jawa Timur, Sabtu (4/5/2019). Kurang lebih sebanyak 700 personel TAGANA se-Jawa Timur dihadirkan untuk mengikuti Apel ini.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan simulasi, langkah-langkah penanggulangan bencana oleh KSB Hasta Samapta Sumbreng, Kecamatan Munjungan. Berkoordinasi dengan stakeholder terkait mereka melakukan pendataan yang ditujukan sebagai data rujukan, koordinasi dengan pihak terkait, mobilisasi team, evakuasi, pendirian dapur umum, pendampingan korban bencana melalui sekolah anak, pendampingan lansia.

Sekda Provinsi Jatim, Heru Cahyono hadir dan pimpin langsung apel kesiapsiagaan bencana TAGANA Jatim di Trenggalek ini.

“Kita mempunyai geografis dan beberapa tempat yang rawan bencana setiap tahun. Oleh sebab itu dengan Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik Jatim maupun Kabupaten, selalu lakukan Koordinasi,” ungkapnya kepada awak media.

Ditambahkan olehnya, “arahan Ibu Gubernur, bila terjadi bencana secepatnya harus segera direspon sebagai perwujudan jargon CETTAR (Cepat, Efektif, Efisien Tanggap, Transparan, Akuntabel dan Responsif) sebagai inti dari Nawa Bhakti Satya yang diusung, namun mudah mudahan tidak terjadi,” imbuhnya.

Untuk bisa merespon dengan cepat tentunya harus ada Koordinasi yang baik serta ada kesiapan personil baik yang ada di Provinsi maupun yang ada di Kabupaten, bilamana bencana banjir, tanah longsor maupun bencana lainnya terjadi.

Kesiapsiagaan ini termasuk dengan alat kelengkapan yang lainnya. Pemerintah sudah menganggarkan begitu juga Provinsi dan Kabupaten juga melakukan hal yang sama.

Disinggung mengenai kesiapan anggaran untuk mewujudkan kemandirian bencana, Heru Cahyono menyebutkan “karena ada bahasa mandiri, maka anggaran ini sifatnya adalah bantuan,” jelasnya.

Kemandirian ini kita bermaksud mendorong masyarakat untuk lebih berdaya bila terjadi bencana, seperti halnya yang dilakukan di Kecamatan Munjungan.

“Camat melakukan upaya kemandirian dengan membuat kotak-kotak amal jimpitan di warung-warung sebagai salah satu bentuk dari kesiapsiagaan bencana,” urainya.

“Salah satu petugas saya tanya, kenapa kok sampai bisa menjadi relawan, dan jawabannya karena panggilan. Saya apresiasi hal ini dan inilah salah satu wujud kesiapsiagaan mandiri itu,” sebutnya.

Kita semua ini harus bisa melaksanakan kesiapsiagaan mandiri untuk melakukan bantuan-bantuan kepada seluruh masyarakat yang perlu dibantu sebagai bentuk perhatian terhadap sesama.

Terakhir Sekda ini menghimbau kepada masyarakat untuk mengikuti petunjuk dan arahan dari petugas, apa yang akan mereka lakukan dan kemana mereka harus mengevakuasi diri, tandasnya.

Dalam apel kesiapsiagaan bencana ini Sekda Provinsi Jatim ini beserta beberapa tamu undangan lainnya melakukan peninjauan posko kebencanaan, bahkan sempat mencicipi menu masakan dari dapur umum Kabupaten Trenggalek yang menjadi juara satu di Jawa Timur.

“Bukan mengada-ngada, memang masakannya enak,” kata Sekdaprov Jatim ini.

Simulasi kesiapsiagaan bencana dari Kampung Kesiapsiagaan Bencana (KSB) ini merupakan salah satu perwujudan dari Nawa Bhakti Satya, 99 hari kerja gubernur Jawa timur. (Humas)