azmedia
×
Swipe up untuk membaca artikel

Ingin membaca berita tanpa iklan?

Buka di aplikasi AZMEDIA

INSTALL

2 Warga Trenggalek Mengaku Jadi Korban Pemerasan Oknum Polisi

Dua Warga Trenggalek Mengaku Jadi Korban Pemerasan Oknum Polisi

Warga Trenggalek Mengaku Diperas Oleh Oknum Polisi
Imam Baharudin Ketua LGMI Trenggalek saat dikonfirmasi sejumlah awak media terkait Warga Trenggalek Mengaku Diperas Oleh Oknum Polisi
TRENGGALEK, AZMEDIA INDONESIA | Warga Trenggalek Mengaku Diperas Oleh Oknum Polisi. Ketua Lembaga Garuda Muda Indonesia (LGMI), Imam Bahrudin, mengaku sangat prihatin dengan kejadian Pemerasan Oknum Polisi Trenggalek tersebut.

Adanya ulah beberapa oknum kepolisian di Polres Trenggalek yang diduga telah melakukan tindakan pemerasan dan pungutan liar (pungli) ke sejumlah pelaku usaha dinilai telah meresahkan warga.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Lembaga Garuda Muda Indonesia (LGMI) Trenggalek Imam Bahrudin kepada sejumlah awak media, Sabtu (24/09/2022) malam.

Selaku pemerhati di kabupaten Trenggalek, pihaknya sangat menyayangkan adanya hal tersebut yang justru mencoreng citra Polri di mata masyarakat.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada para pimpinan Polri dari tingkatan Polres, Polda Jatim dan Kapolri agar segera menindak lanjutinya dengan aturan hukum yang tegas.

Sehingga hal – hal yang dinilai bisa merugikan masyarakat baik dari sektor ekonomi, pendidikan hukum yang tidak tepat atau penindakan yang tidak semestinya dilakukan oleh polisi seperti ini harus dihentikan.

“Atas prilaku, tindakan yang telah dilakukan oleh beberapa oknum petugas di Kepolisian Resort Trenggalek, hal ini tidak boleh didiamkan. Harus ada tindak lanjut,” kata Imam Bahrudin.

“Kepada pimpinan Polri, Kapolres Trenggalek, Kapolda Jatim, untuk segera menindak tegas, karena hal seperti ini sangat mencoreng citra Polri”

“merugikan warga masyarakat dari segi ekonomi, pendidikan hukum yang tidak tepat.”

“penindakan atau tindakan yang tidak seharusnya dilakukan oleh oknum polri sebagai aparat penegak hukum dan harus segera dihentikan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.