Pria Mengamuk Di Tengah Hajatan, Tiga Orang Korban Bersimbah Darah

TULUNGAGUNG, AZMEDIA.co.id — Juremi (66), warga Dusun Jumputan RT 001 RW 003 Desa Pinggirsari, kec. Ngantru Tulungagaung mengamuk di lokasi pernikahan tetangganya Sumadi RT01/04 desa setempat pada kamis (16/08/2019) dengan membawa sebilah sabit dan membacok tiga orang tamu.

“Telah terjadi tindak pidana penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam berupa sabit,” kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kapolsek Ngantru AKP Puji Widodo, Kamis (16/08) malam pukul 23.53 WIB.

Korban yang mengalami luka bacok di antaranya adalah Suhanto (60), mengalami luka bacok dikepala , H. Nuryanti (42) mengalami luka robek pada telapak tangan sebelah kiri dan kepala sebelah kanan dan legistio sulung wega kusuma (19) mengalami luka robek di pipi sebelàh kanan dan dagu.”tambahnya.

Kronologi kejadian bermula saat korban bertamu di hajatan pernikahan di rumah Sumadi. Tiba-tiba datang pelaku Juremi melakukan pembacokan tiba tiba dengan membabi buta menggunakan sabit dan mengenai tubuh korban.

Melihat peristiwa itu, Henik berusaha melerai dengan menghalangi Juremi. Tetapi Henik juga ikut terkena sabetan benda tajam.

Wega juga berusaha memisah. Namun ternyata Juremi juga membacok Wega. “Saat ini para korban sudah dibawa ke RS dr Iskak dan sudah mendapat perawatan medis,” jelas Widodo.

Setelah melakukan aksinya, Juremi melarikan diri dari amukan massa yang memadati area hajatan. Pihak kepolisian bersama warga melakukan pencarian. Setelah dua jam menyusuri tiap jalan desa dan pinggiran sungai, akhirnya Juremi berhasil diringkus petugas kepolisian dibantu warga.

“Tersangka telah tertangkap dipinggir sungai selatan lapangan pinggirsari setelah dilakukan pencarian selama dua jam oleh anggota Polsek Ngantru yang dibantu warga,” ungkap kapolsek.

Keterangan sementara yang diperoleh dari Juremi, dirinya masih dengan korban Suhanto masih sodara yaitu adik ipar. untuk motif sementara yang berkembang dan keterangan dari pelaku, karena pelaku merasa dendam terhadap Suhanto. Juremi mengaku benci kepada Suhanto karena habis menjual tanah, dirinya tidak diberi bagian dari hasil penjualan tersebut.sementara pelaku di amankan berikut barang bukti sebilah sabit dengan berlumuran darah.
(team aztv)