Beberapa Faktor Penghambat Cita-cita Anak

BOGOR, AZMEDIA.co.id  – Cita-cita menurut definisi adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran manusia. Cita-cita itu peraasaan hati yang merupakan suatu keingian yang ada dalam hati, apabila ada suatu usaha untuk mencapai keinginan maka itu yang disebut cita-cita, dan merupakan suatu unsur tujuan hidup manusia.

Cita-cita itu ada 3 faktor untuk mencapai keinginannya antara lain:

• manusia itu sendiri;

• kondisi yang dihadapinya untuk menghadapi cita-cita tersebut; dan

• seberapa tingi citia-cita yang dia capai.

Dalam bentuk cita-cita anak itu tidak nyata dan untuk menjadikan nyata maka dibutuhkannya penjelasan dari orang tua agar cita-cita anak tersebut mendapatkan suatu arahan untuk tujuannya dimasa depan nanti.

Untuk mencapai cita-cita anak tersebut orang tua menyekolahkan akannya kesekolahan yang menurut orang tua tersebut baik, namun orang tua menyokolahkan anak kesekolah tersebut bukan berarti melepas tanggung jawab kepada guru, akan tetapi untuk mengenalkan atau mempelajari suatu pengetahuan karna untuk mencapai cita-cita itu bukan hanya mempelajari satu pelajaran saja tapi semua nya agar mencapai keinginan anak tersebut.

Adapun akibat dari beberapa orang tua yang memaksa kehendaknya kepada anak mereka masing-masing. Jika sudah seperti itu, kita sebagai anak yang patuh hanyak mengikuti keinginan orang tua. Tentu hal ini dapat berdampak buruk yang akan membuat anak kehilangan semangat dan motivasi. Anak-anak yang mengikuti ambisi orang tua sudah dibalut dengan rasa terpaksa hingga menjadi beban. Banyak sebagian anak yang menjadi depresi dan stres akibat melalukan hal yang tidak diingikan dan tidak disukai pastinya membuat mereka tertekan.

PEMBAHASAN

Di zaman sekarang ini adalah suatu tantangan bagi kita sebagai seorang anak berada dalam generasi Y dan Z, kita akan bersaing dengan banyak orang dalam mendapatkan pekerjaan dan kebahagian tapi, sebagian anak muda harus memiliki cita-cita dan impian dengan minat kita sehingga mudah untuk berkembang. Banyak impian atau cita-cita yang terinspirasi dari orang yang mereka kagumi. Cita-cita memang murni keinginan seorang tersebut untuk menentukan masa depannya. Tetapi ada sebagian anak yang tidak disetujuin cita-citanya oleh orang tuanya, dikarnakan orang tua memiliki suatu keinginan supaya anak tersebut sukses dengan mengikuti apa kata orang tua tersebut, tapi sayangnya banyak dari orang tua yang hanya melampiaskan ambisinya tanpa memikirkan cita-cita anak tersebut, karena kurangnya komunikasi orang tua dengan anak akan menimbulkan suatu pertengkaran yang membuat anak bisa patah semangat dalam meraih cita-cita atau mudah berputus asa dalam pemikiran orang tua yang terlalu ambsi selalu takut dengan apa yang anak tersebut inginkan dan banyak sekali tarjadi kegagalan anak untuk mengikuti cita-cita orang tua tersebut, karna cita-citanya tidak sesuia dengan apa yang anak inginkan.

Pengertian cita-cita anak menurut kata psikolog prilaku dan kogntif Shane Owens “berbicara dengan anak-anak tentang apa cita-cita mereka, kelak mereka ingin jadi apa saat besar, tidak cuma perlu tapi penting. Dengan begini kita membantu anak mempersiapkan mereka untuk kehidupannya kedepannya”. Dengan kita menanyakan kepada anak soal cita-cita anak menjadi tahu dan ada keinginan unuk mencapai cita-cita tersebut, dan orang tua udah mengajarkan anak-anak bahwa mereka tinggal di masyarakat yang penuh aturan. Sehingga untuk mencapai cita-citanya tidak seenak nya yang meraka inginkan karna ada aturan yang mesti diperhatikan. Dan orang tua harus memahami dan mendukung apa yang anak cita-citakan tersebut karena setiap anak pasti mempunyai keinginan dan khayalan yang mereka harus capai.

Orang tua merupakan orang yang pertama kali mengasuh dan mendidik atau menanamkan pendidikan kepada anak-anaknya. Jadi orng tua adalah orang dewasa orang yang pertama bagi anak yang harus mau menerima sikap anak terhadap segala tingkahnya, orang tua tempan anak mengharapkan bantuan dalam pertumbuhan dan perkembangan menuju kedewasaannya, serta bertanggung jawab penuh terhadap kesuksesan anak untuk hidup di masa depan. Orang tua memang perng penting untuk meningkatkan presentasi anak tanpa dorongan dari orang tua maka perkembangan dan prestasi belajar anak mengalami hambatan. Akan tetapi dalam menentukan cita-cita, orang tua tidak ada hak untuk mengikuti kemauanya, seharusnya orang tua hanya memberi sarang atau arahan kepada anak bukan menekan sang anak untuk menepatkan cita-citanya.

Setiap  anak pasti mempunyai banyak khyalan dan mimpi tentang apa yang menjadi cita-cita mereka.kita sebagai orang tua seharusnya sudah menjadi tugas kita untuk membantu anak dalam mencapai keinginan meraka, Mona Sugianto, seorang psikolog mengatakan hal pertama yang perlu dillakukan adalah meminta bertanya.” Perkembangan setiap anak berbeda-beda”. Mangka dari itu sebagai orang tua seharusnya rajin berbicara dengan sikecil agar tidak ada masalah dengan cita-cita anak tersebut. Kemampuan anak itu berbeda-beda dan proses untuk mencapai cita-citanya pun pasti berbeda tidak semua anak sama, maka dari itu orang tua harus sering menanyakan kepada anak dan harus tau apa yang anak inginkan,yang diabakati anak.

Anak dilahirkan di masanya sendiri, untuk jamannya sendiri, yang berbeda dari orang tuanya. Anak itu bukan orang yanag sama dengan orang tua, mereka adalah individu yang sangat berbeda tugas orang tua hanya mengawasi, membingbing, mendampingi saat anak mereka gagal. Dan membangkitkan lagi semangat mereka untuk berusaha kembali, bukan malah membuat anak menjadi tidak semangat ketika mereka merasa gagal, seharusnya sebagai orang tua itu bisa menyemangati atau mendorong keinginanan anak dalam mencapai keinginan mereka sendiri. Dan sebagian anak menjadi dilema ketika cita-cita anak dan orang tua tidak sesuai atau tidak disetujui oleh orang tua.

Akibat ketidak sesuaian cita-cita anak dan orang tua anak bisa tidak semangat melakukakn meraih cita-citanya dikarnakan dipaksa untuk mengikuti kemauan orang tau padahal itu bukan dibidang sianak tersebut,dengan keadaan seperti ini bisa membuat pentengkaran dan merasa gagal, seharusnya orang tua mendukung apa yang anak minati. Pastinya orang tua tidak mau meihat anaknya gagal , maka karenanya bagi anak juga harus bersungguh-sungguh dalam meraih impianya. Anak tersebut harus berusa dengan keras unuk memberikan yang terbaik bagi kedua orang tuanya, dengan orang tua melihat kesungguhan anak tersebut dalm meraih impiananya orang tua tersebut jadi mengerti bahwa pentingnya kesungguhan anaknya meraih prestasi dan cita-cita.

Adapun faktor pendukung untuk mencapai cita-cita adalah :

1. Adanya kemauan dari diri sendiri;

2. Dukungan penuh dari kedua orang tua dan keluarga;

3. Pengetahuan dan wawasan;

4. Jaminan adanya biaya;

5. Adanya wadah tempat menuntut ilmu; dan

6. Sabar dalam menggapai.

Seiring dengan perkembangan waktu dan tingkat kedewasaan, sering cita-cita yang diimpikan dan diharapkan mengalami perubahan dipengaruhi oleh tindakan dan perilaku yang dilakukan, hal ini buka tidak mungkin terjadi sebab faktor dari luar dan dari dalam diri sendiri, juga sering berpengaruh sehingga membuat sebagia besar dari kita melakukan hal-hal negatif yang berimbas kepada cita-cita dan masa depan.

Adapula beberapa faktor lainnya yang menjadi penghambat cita-cita anak :

A. Pergaulan

Pergaulan adalah hal penting setelah pendidikan di dalam keluarga, sebab adanya pergaulan seseorang dapat mengenali jati diri dan sikapnya terhadap dunia luar, dan hal ini berpengaruh besar pada cita-cita anak, dengan bergaul anak mengatahui beberapa hal baru dari orang lain dari temen,dan sahabat, dalam bergaul anak dapat menemukan makna pengetahuan baru setra yang paling penting cara untuk melihat dan mengemati duni yang begitu luas dan ini sangat anak perlukan untuk profesi dan pekerjaan anak kedepannya namun, dalam pergaulan anak tidak memiliki filter atau penyaring.

B. Karakter dan sikap diri

Tentunya sebuah masa depan gemilang dan hidup dengan cita-cita yang anak impikan dipengaruhi dari sikap dan karakter anak, jika selama ini anak bisa melakukan hal-hal buruk dan jarang memperhatikan sikap serta tutur kata, kesopanan dan etika dengan orang lain bisa jadi anak berada diurutan terbawah untuk meraih cita-cita dan impian anak, anak tersebut harus open mind dengan setiap prilaku dan tindakan anak, jangan sampai anak lakukan berakibat pada seseorang dan seseorang tersebut menaruh respect terhadap anak, syukur-syukur jika respect tersebut adalah positif.

C. Passion/gairah

Passion atau gairah hidup bisa diartikan sebagai apa yang menjadi gairah anak dalam bekerja dan melakukan sesuatu biasanya ini berkaitan dengan hobbi seseorang, pession menjadi penentu pertama cita-cita yang nantinya anak wujudkan, melakukan dengan pession karena sebagian besar pekerjaan anak dilakukan dengan baik tanpa kendala, hal ini disebabkan bergairah mengerjakan tugas yang dibebankan kepada anak dan ini sangat mempengaruhi pekerjaan/cita-cita anak, akan lebih mudah mengerjakan tugas dengan sesuai gairah anak ketimbang mengerjakan tugas baru yang dalam mengerjakanna anak tidak memiliki gairah sedikitpun.

D. Masalah ekonomi

Masalah ekonomi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari suatu cita-cita atau harapan untuk bekerja namun, jangan beranggapan bahwa anak tidak bisa merai impian/cita-cita anak untuk bekerja karena masalah ekonomi hanyalah bagian dari cara untuk membangun cita-cita anak. Bisa dilihat banyak orang yang bisa menyekolahkan anaknya hanya jadi robot dalam hidupnya, secara materi ia munkin telihat mapan namun, secara karakter da nisi, ia hanya menjalani  kehidupan seperti orang pada umumnya berbeda dengan orang yang berjuang keras menggapi cita-citanya dari bawah.

E. Pikiran

Anak hanya sebatas yang dipikirkan, begitupula dengan cita-cita anak, jika anak berpikir bahwa anak hanya cukup menjadi seorang kuli bangunan, makan besar kemunginan anak akan menjadi itu, maka sudah saatnya anak berubah batasan pikiran anak dengan berpikir bahwa anak pantas untuk masa depan yang lebih baik. Masa depan yang benar, siap bagi kehidupan yang bermanfaat.

PENUTUP

Dukungan orang tua memang sangat berpengaruh terhadap diri seorang anak. Motivasi dan dukunganpun dibutuhkan seorang anak dalam mencapai sebuah cita-cita oleh karena itu orang tua jangan terlalu mengengkaang kehendak anak.

DAFTAR PUSTAKA

(n.d.). Retrieved from https://www.idpengertian.com/pengertian-cita-cita/.

own, s. (2018, 08 03). Retrieved from https://www.hai bunda.com/parentng/20180803115903-62-23564/pentingnya-menanyakan-apa-cita-cita-anak.

sugianto, m. (n.d.). Retrieved from http://purekids.co.id/artikel/40.

Oleh : Neng Seli Setiani – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor. (Sumber:SuaraJatim)